Politik Pemerintahan

18 Kecamata se-Kabupaten Gresik Beradu Inovasi

Gresik (beritajatim.com)- Delapan belas kecamatan se-Kabupaten Gresik beradu inovasi terkait sinergitas kinerja.

Dalam adu inovasi itu, para camat serta anggota Muspika juga diminta mempresentasikan program kepada dewan juri yang siap akan menanyakan beberapa hal.

Sedangkan anggota dewan juri yang lain adalah para Kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Mereka adalah Tursilowanto Hariogi Asisten III, Siswadi kepala BPPKAD, Nadlif Kepala BPPKAD, Mahin kepala Dinas Pendidikan, Kusaini Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Abuhasan Kepala Dinas Satpol PP serta perwakilan dari Bapelitbangda Gresik dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gresik.

Camat Panceng Dwi Purbo Wahyono mempresentasikan beberapa kegiatan yang sudah dilakukan diwilayahnya.

“Kami menggalakkan pembangunan biopori di beberapa wilayah desa yang bertujuan untuk penyerapan air dalam tanah, agar nantinya air yang terserap bisa tersimpan dalam tanah. Sudah ada seribu lebih biopori yang kami bangun,” ujarnya, Selasa (10/12/2019).

Purbo juga menjelaskan tentang wilayah hutan yang ada di wilayahnya yang saat ini dijadikan tempat pembuangan sampah. Pihaknya mengaku, saat ini sedang beruapaya mengedukasi masyarakat.

“Saya juga tengah berupaya meminimalisir volume sampah yang ada di wilayah Panceng, agar nantinya hutan di Panceng tidak dijadikan tempat pembuangan sampah,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Kedamean Arifin memaparkan programnya. Dia yang hanya didampingi Sekcam dan seorang operator.

“Kami berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Berbagai upaya kami lakukan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Wilayah Kecamatan Kedamean,” imbuhnya.

Sementara penampilan tim Kecamatan Duduksampeyan yang paling berbeda. Selain dihadiri oleh tim lengkap termasuk Kapolsek dan Danramil serta seluruh Seksi Pemerintah Kecamatan. Tim Kecamatan Duduksampean juga mengenakan seragam batik khusus dan berkopiah dilengkapi dengan pin.

“Keberhasilan program kami, yaitu pada bidang kesehatan. Kami sukses jambanisasi warga / ODF (Open Defecation Free) atau Stop Buang Air Besar sembarangan. Kalau dulu jambanisasi hanya pada 4 desa, saat ini sudah 20 desa,” papar Suropadi.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Reza Pahlevi menyatakan saat ini sudah beragam inovasi dari kecamatan yang sudah tercipta.

“Sesuai harapan bupati, agar semua OPD bisa menciptakan inovasi saya sangat optimis hal itu bisa dilakukan. Saat ini hampir masing-masing OPD tengah berlomba untuk berinovasi. Semoga lomba ini bisa menelorkan inovasi baru yang bisa sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.(dny/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar