Politik Pemerintahan

14 Desa Gelar Pilkades Serentak, Kecamatan Kutorejo Komitmen Fair Play

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat acara rembuk desa di Kecamatan Kutorejo. Foto : istimewa

Mojokerto (beritajatim.com) – Jelang Pilkades serentak tahun 2019, 39 orang calon kepala desa dari 14 desa di Kecamatan Kutorejo, berkomitmen untuk bertanding fair play. Komitmen tersebut disampaikan Camat Kutorejo, Budiono pada kesempatan rembuk desa.

“Dapat kami laporkan bahwa suasana di Kecamatan Kutorejo terpantau kondusif. Persiapan Pilkades 2019 juga demikian. Semuanya adem. Tidak ada konflik, maupun permasalahan. Kami ada 39 calon dari 14 desa, yang siap maju bertanding secara fair dan tertib,” ungkapnya, Rabu (18/9/2019).

Masih kata Budiono, pihaknya memberikan supportsecara penuh terhadap program-program pembangunan Pemkab Mojokerto. Pasalnya, program pembangunan Pemkab Mojokerto manfaatnya telah dirasakan secara nyata khususnya di bidang pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi berpesan tentang pentingnya kedewasaan dalam berdemokrat demi menjaga kesatuan dan persatuan. “Pilkades serentak tahun 2019, sudah di depan mata. 23 Oktober mendatang kita sudah bisa ikut berpartisipasi untuk memilih,” katanya.

Harus terus diingat, lanjut Wakil Bupati, beda pilihan itu biasa. Menurutnya, hal tersebut sudah lumrah terjadi. Jika penyelenggaraan Pilkades serentak sudah selesai maka pihaknya meminta agar masyarakat harus bisa dewasa dalam berdemokrasi dan menerima semua hasil Pilkades serentak nantinya.

Seperti beberapa kegiatan rembuk desa yang sudah dilakukan sebelumnya, Wakil Bupati juga menyerahkan Bantuan Keuangan (BK) Desa pada lima desa di Kecamatan Kutorejo. Lima desa penerima bantuan antara lain Desa Simbaringin Rp300 juta, Kutorejo Rp300 juta, Jiyu Rp300 juta, Karangasem Rp300 juta dan Desa Kanigoro Rp400 juta.

Wakil Bupati menegaskan pemberian BK desa dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan di pedesaan. Hal ini guna menyeimbangkan pertumbuhan dan perekonomian Kabupaten Mojokerto. Namun hal tersebut juga butuh sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.

“Pembangunan dimulai dari desa sesuai instruksi pusat. Prinsip kami adalah pemerataan di segala bidang. Pembangunan ada skalanya. Tentu yang prioritas akan kita dahulukan. Mulai kesehatan, pendidikan, SDM, pariwisata, dan tentunya tetap meneruskan pembangunan infrastruktur,” tegas Wakil Bupati yang hadir didampingi Wakil Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi dan OPD. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar