Politik Pemerintahan

12 Kepala OPD Bojonegoro Diminta Presentasi Komitmen Masing-masing

Bojonegoro (beritajatim.com) – Rapat lanjutan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Bojonegoro 2020 digelar di ruang Paripurna DPRD Bojonegoro, Jumat (8/11/2019)

Dalam rapat lanjutan tersebut, Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto meminta agar kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyampaikan komitmen masing-masing sesuai dengan apa yang sudah menjadi pokok pikiran Badan Anggaran dan Tim Anggaran yang sudah disepakati sebelumnya.

“Kami minta agar OPD menyampaikan komitmen masing-masing sesuai dengan apa yang sudah disepakati sebelumnya,” ujar Sukur.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Nurul Azizah meminta secara bergiliran dari 12 OPD yang ada di badan eksekutif untuk memaparkan hasil evaluasi plafon anggaran yang dikerjakan pada 2019 dan komitmen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2020.

“Disampaikan juga hasil evaluasi yang sudah dilakukan,” ujar Nurul Azizah sebelum memanggil satu persatu kepala OPD untuk menyampaikan pemaparan kepada Badan Anggaran DPRD.

Sekadar diketahui, pembahasan KUA PPAS ini merupakan lanjutan dari rapat sebelumnya yang sempat tertunda. Penundaan dilakukan karena Badan Anggaran menilai banyak OPD yang tidak sesuai dengan komitmen awal sesuai dengan kesepakatan antara Tim Anggaran dan Badan Anggaran. Selain itu, dalam rapat sebelumnya beberapa OPD juga tidak hadir. Dari 12 OPD, ada tujuh OPD tidak hadir.

“Hari ini terakhir pembahasan KUA PPAS, sehingga eksekutif harus sudah menetapkan secara jelas plafon anggaran setiap OPD,” ujar Ketua DPRD Bojonegoro, Imam Sholikin.

Diketahui dalam draf KUA PPAS APBD tahun  2020 besaran pendapatan sebesar Rp 4,08 triliun. Sementara besaran belanja daerah sebesar Rp 5,9 triliun. Sedangkan untuk menutup besaran belanja, ada sisa lebih anggaran 2019 sebesar Rp 1,3 triliun. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar