Politik Pemerintahan

Hari Jadi Kabupaten Mojokerto

1000 Penari Majapahit Siap Semarakkan Kirab Budaya

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkab Mojokerto bakal menggelar kirab budaya Majapahit dengan disemarakkan 1000 orang penari Majapahit. Agenda menyongsong Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-726 ini, direncanakan digelar pada tanggal 20 April 2019 mendatang di Trowulan.

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, pada acara rembug adiluhung bersama Disporabudpar, Forum Ketahanan Budaya dan Laskar Majapahit Benteng Nusantara NKRI di gedung serbaguna Desa Pohkecik Kecamatan Dlanggu menjelaskan terkait hal tersebut.

“1000 orang penari Majapahit telah kita rencanakan bergabung memeriahkan kirab budaya Majapahit. Ini belum termasuk persembahan budaya dari 18 kecamatan, tujuannya agar kita tidak melupakan sejarah. Meski kini sejarah terus digempur kemajuan jaman, keberadaannya harus terus ada dan lestari,” ungkapnya, Senin (11/3/2019).

Semua pihak mulai dari pemerintah daerah, masyarakat adat, maupun komunitas-komunitas pemerhati budaya, diharapkan memberi dukungan penuh terhadap semua upaya pelestarian budaya. Menurutnya, budaya dan sejarah harus lestari, jangan sampai stagnan meski menghadapi kemajuan zaman.

“Pemkab Mojokerto sangat support penuh atas kegiatan ini. Dari hasil rembuk, hasil yang disepakati akan dicocokkan dengan program-program daerah. Cita-cita mengenalkan dan menjaga sejarah Majapahit, terus dilakukan Pemkab Mojokerto dengan rutin menggelar event-vent budaya,” katanya.

Seperti Ruwat Agung Nuswantoro, Kirab Budaya Majapahit, Haul Syech Jumadil Kubro, larung sesaji dan sebagainya. Namun tidak berhenti disitu, siswa SD di Kabupaten Mojokerto juga gencar untuk diarahkan mengenal akar sejarah Majapahit dalam proses belajar-mengajar.

“Kalau ada libur sekolah, siswanya jangan selalu dibawa ke luar Kabupaten Mojokerto. Budaya kita kan kaya. Bawa mereka menyelami budaya Majapahit lebih dalam,” tegasnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar