Politik Pemerintahan

100 Anggota PP Sidoarjo Ikuti Bela Negara di Mako Kodim 0816

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sebanyak 100 kader MPC Pemuda Pancasila (PP) dari 18 kecamatan, ikuti kaderisasi bela negara di Lapangan Prajurit Mako Kodim 0816 Sidoarjo Jalan Lingkar Timur Sidoarjo Sabtu (14/12/2019).

Selayaknya anggota aparat keamanan, tahap awal kader PP yang terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara (KSB) serta srikandi ikuti latihan ketahanan fisik diatas rerumputan.

Selanjutnya, acara yang akan digelar selama dua hari itu, empat kelompok yang ada, harus mendirikan tenda untuk bermalam.

Ketua MPC PP Kab. Sidoarjo H. Mursidi mengatakan, kaderisasi ini diadakan untuk memberikan satu pemanfaatan kedisiplinan kecintaan para kader terhadap NKRI. Dan kaderisasi ini adalah bentuk program kerja di dalam masa kepengurusan periode 2019-2023.

“Kami siap untuk menciptakan kader- kader Pemuda Pancasila yang taat dan disiplin serta bisa menjadi contoh di masyarakat sebagai warga negara yang baik,” katanya.

Mursidi melanjutkan, selain latihan fisik untuk ketahanan kesehatan tubuh, peserta juga akan dibentuk sebagai jiwa kader yang loyal untuk organisasi.

“Adapun materi pelatihan adalah pengenalan kesamaptaan dan juga kecintaan terhadap NKRI dan UUD 45 dan Pancasila,” tegasnya dengan peserta tertua dalam kaderisasi ini peserta berumur 55 tahun dan termuda 19 tahun.

Sementara itu, Kasdim 0816 Sidoarjo Mayor Inf Alisun S. Sos menyayakan berterima kasih dan apresiasi kepada organisasi Pemuda Pancasila Kab. Sidoarjo yang telah melakukan pelatihan organisasi bela negara di markas Kodim 08 16 Sidoarjo. “Ini termasuk bagian kerjasama yang baik antara Kodim 0816 dengan organisasi yang ada di Sidoarjo,” tandasnya usai menjadi instruksi upacara pembukaan.

Dalam membacakan amanat Dandim 0816 Kab. Sidoarjo, ada beberap poin yang ditekankan sebagai pedoman bersama dalam melaksanakan kegiatan bela negara secara profesional penuh ketulusan keikhlasan semangat dan tanggung jawab.

Para peserta harus memperhatikan faktor keamanan dan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam setiap kegiatan pembinaan dan pelatihan serta saling memahami secara betul isi materi yang disampaikan.

“Itu semua harus diperhatika agar kita bersama betul-betul memahami tentang nilai-nilai keterampilan untuk menjadikan kita sebagai pemuda harapan bangsa yang berjiwa pancasila, menjadi contoh dan sumber inspirasi dan motivasi bagi masyarakat luas agar keberadaan Pemuda Pancasila betul-betul dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas,” paparnya. (isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar