Politik Pemerintahan

10 Desa di Sumenep Bisa Gunakan DD Atasi Kekeringan

Sumenep (beritajatim.com) – Berdasarkan hasil pemetaan awal, di Kabupaten Sumenep terdapat 10 kecamatan yang dikategorikan rawan kekeringan. Di 10 kecamatan itu, terdapat 24 dusun di 10 desa yang mengalami kering kritis, dan 38 dusun di 17 desa mengalami kering langka.

Kepala Badan Penanggulan  Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, R. Abd. Rahman Riady menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektor sebagai persiapan menghadapi kekeringan. “Kami sudah bicara dengan cipta karya, sumber daya air, PDAM, pemberdayaan masyarakat dan desa, serta pihak-pihak lain dalam penanganan kekeringan,” katanya, Kamis (10/7/2019).

Selain itu, lanjut Rahman, pihaknya juga telah melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan. Beberapa kecamatan yang dinyatakan rawan kekeringan diantaranya Kecamatan Pasongsongan, Batuputih, Bluto, Ganding, Pragaan. “Tahun ini daerah rawan kekeringan diprediksi akan meluas dibanding tahun lalu, karena sesuai prakiraan BMKG, musim kemarau tahun ini lebih panjang,” ujarnya.

Rahman menerangkan, pihaknya juga telah melayangkan permintaaan surat penerapan tanggap darurat kekeringan kepada Bupati Sumenep. Surat tersebut akan digunakan untuk mengajukan belanja tak terduga. “Semoga saja surat itu segera turun, sehingga kami bisa langsung ‘eksekusi’. Tanpa surat itu, kami tidak bisa mengajukan anggaran tak terduga yang akan digunakan untuk mengatasi kekeringan,” tukasnya.

Ia juga meminta agar desa-desa memprogramkan penanggulangan bencana termasuk kekeringan, dari dana desa. “Dana desa itu boleh digunakan untuk penanggulangan bencana. Jadi silahkan jadi program prioritas, terutama bagi desa-desa yang menjadi langganan kekeringan,” tandasnya.  [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar