Peristiwa

Wawali Surabaya Desak Polisi Usut Aksi Teror Ular di Asrama Mahasiswa Papua

Whisnu Sakti Buana Wakil Walikota Surabaya 2015-2020

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana meminta aparat keamanan mengusut tuntas teror di Asrama Mahasiswa Papua.

Aksi yang kembali terjadi di Jalan Kalasan Surabaya ini, dikatakan Whisnu mengancam kondusifitas keamanan.”Saya meminta kepolisian dan TNI mengusut tuntas dan segera menangkap pelaku,” katanya, Senin (9/9).

Ia menyatakan, Surabaya sudah berangsur kondusif atas peristiwa yang terjadi pada 16-17 Agustus lalu. Isu Rasisme juga sudah diredam oleh berbagai pihak. Termasuk Pemerintah Kota Surabaya.

“Kami bekerja keras untuk meredam dan meyakinkan tidak ada Rasisme di Surabaya. Mahasiswa Papua, adalah saudara kita juga,” terang Politisi PDIP ini.

Pejabat yang akrab disapa WS ini menegaskan, Surabaya bukan tempat yang tepat untuk bisa melakukan aksi teror. Warga Surabaya tidak mudah terpancing aksi-aksi provokasi. Terlebih teror.

Mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya ini juga mengajak seluruh pihak untuk bekerjasama dalam menciptakan keamanan di Kota Pahlawan.

“Jangan ‘bermain’ (aksi teror) di Surabaya. Tempatnya bukan disini,” tegas WS.

Diketahui, aksi teror kembali menyasar Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya. Beberapa orang tak dikenal mengendarai dua sepeda motor melemparkan empat karung berisi ular ke halaman asrama mahasiswa Papua, Jalan Kalasan 10, Surabaya, Senin subuh, 9 September 2019. Salah satu karung berisi ular jenis piton seberat 15-20 kilogram.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar