Peristiwa

Warga Wiroborang Ditemukan Tewas, Polisi Selidiki Penyebabnya

Probolinggo (beritajatim.com) – Sukimah (52), warga Jl. Samanhudi, RT.2/RW.3, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya, Sabtu (15/6/2019) malam.

Perempuan baru 40 hari ditinggal mati suaminya ini, kali pertama ditemukan dalam posisi tengkurap di atas kasur, mengenakan legging warna biru, dan dalaman atas abu-abu. Meski ada bercak darah, namun tak ditemukan benda mencurigakan di sekitar korban.”Jenazah pertama kali ditemukan oleh Bu Sukamah, adik iparnya sendiri,” ujar Lurah Wiroborang, Surianto, dijumpai beritajatim.com di rumah duka.

Masih menurut Surianto, jasad perempuan dua anak tersebut, ditemukan tak bernyawa menjelang waktu sholat Isya. “Sejauh ini penyebab kematiannya masih belum tahu. Cuma informasinya, korban menderita darah tinggi,” sambung pria berkumis itu.

Sedangkan Fendik (30), anak kedua yang sehari-hari tinggal bersama korban, baru tahu ibunya meninggal setelah mendapat kabar dari tetangga. “Ibu meninggal pada saat saya masih di tempat kerja. Saya juga kaget pas tetangga telepon kalau ibu saya meninggal,” katanya.

Fendik juga memastikan, sebelum ditinggal bekerja, ibunya masih sehat-sehat saja. “Malah pagi tadi seperti biasa ibu masih bersih-bersih halaman,” tambah dia.

Senada diungkapkan Fajar (35), sepupu Fendik. Menurutnya, Ny. Sukimah, sehat-sehat saja meski mengidap hipertensi. “Hanya saya mendengar dari warga kampung, magrib tadi sebelum peristiwa ini ada warga melihat motor terparkir di halaman rumah Bu lek (korban, red.). Tapi siapa pemilik motor itu, apa kepentingannya, warga juga tidak ada yang tahu,” katanya. “Kalau konflik keluarga, saya memang tidak pernah mendengar. Bu Lek memang tertutup dan tidak banyak bicara,” sambung Fajar.

Dijumpai terpisah, Nenek Sukamah, penemu pertama jenazah Sukimah, menyatakan, awalnya berniat membangunkan korban agar memasukkan jemuran di belakang rumah. Saat disentuh, tubuh korban sudah tidak merespon. Disitu ia menyadari jika Sukimah, sudah meninggal. “Saya ya langsung teriak meminta tolong tetangga. Selanjutnya ramai warga berdatangan,” katanya singkat.

Saat berita ini diunggah, sejumlah polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka juga belum memberi keterangan resmi penyebab kematian Sukimah. “Belum bisa kita simpulkan malam ini. Cuma dia menggigit lidahnya sendiri saat meninggal. Ada darah memang, tapi belum kita ketahui darah siapa. Soal ada tidaknya tanda kekerasan ditubuh korban, besok saja keterangannya,” ujar salah satu petugas yang enggan namanya ditulis.

Korban yang asli Trenggalek, ini meninggalkan dua orang anak. Yakni Ribut, tinggal bersama istrinya di Sidorjo dan Fendik, sehari-hari bekerja disebuah gudang logistik, di Kota Probolinggo. (eko/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar