Peristiwa

Khawatir Cemari Lingkungan dan Ganggu Kesehatan

Warga Tolak Pembangunan Pabrik PPSLI B3

Mojokerto (beritajatim.com) – Penolakan warga atas rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur membangun pabrik Pusat Pengelolaan Sampah dan Limbah Industri B3 (PPSLI) di Desa Cendoro, Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto bukan tanpa alasan. Warga khawatir mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan.

Aksi penolakan pertama dilakukan warga sejak perencanaan pembangunan pada tahun 2017  dengan cara membubuhkan 1.000 tanda tangan di atas kain petisi. Minggu (10/2/2019), warga berkumpul di depan gapura Desa Cendoro dan membentangkan banner bertuliskan ‘Kami warga Cendoro menolak pembangunan pengolahan segala bentuk limbah’.

“Ada 4 dusun di Desa Cendoro yang terdampak pembangunan PPSLI yakni, Dusun cendoro, Dusun Bakung, Dusun Pelem dan Dusun Sidomengko. Total warga di empat dusun itu berjumlah 3.000 warga, hampir semua warga merupakan petani dan peternak,” ungkap, salah satu anggota Forum Desa Cendoro, Sujianto.

Masih kata Sujiono, pembangunan pabrik PPSLI B3 diprediksi mengganggu perekonomian warga. Sekitar 10 meter dari tempat pengelolaan limbah terdapat Waduk Cendoro yang merupakan sumber pengairan sawah warga dan warga mencari rumput di sekitar waduk. Jika tercemar, padi dan tanaman warga bisa rusak.

“Sudah pernah dua kali dilakukan audiensi pada tahun 2017 dan 2018 dengan DLH tapi tidak ada titik terang dalam audiensi. Warga menolak, pemerintah kekeh membangun. Kami juga pernah menyuarakan aspirasi penolakan ke DPRD Kabupaten Mojokerto. Namun, sampai saat ini juga belum ada hasilnya,” katanya.

Bahkan warga mendengar jika AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dan izin pendirian bangunan belum resmi belum selesai. Namun untuk kebenarannya, warga mengaku butuh kroscek kembali. Peletakan baru pertama pembangunan pabrik PPSLI B3, warga juga tak dilibatkan. Padahal mendapat penolakan warga.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur ,Wahid Wahyudi mengatakan, pihaknya telah melakukan kajian serta membicarakan pembangunan PPSLI B3 dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Perhutani.

“Dari hasil pertemuan itu, seluruh pihak setuju atas rencana pembangunan ini. Kalaupun ada sebagian kecil yang menyatakan tidak sependapat namun beberapa pernyataan perlu dibuktikan secara ilmiah. Tapi secara umum semuanya mendukung pembangunan ini,” katanya.

Sebagai parameter jika pembangunan PPSLI aman serta tak mencari lingkungan, lanjut Wahid, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo bakal membangun kolam ikan di sekitaran PPSLI B3. Hal tersebut, tegas Wahid, sebagai tolak ukur apabila ikan hidup sehat, berarti tidak tidak ada masalah. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar