Peristiwa

Warga Sampang Sandera 2 Alat Berat Normalisasi Sungai Kemuning

Sampang (beritajatim.com) – Kurang lebih satu bulan lamanya dua alat berat milik pelaksanaan kegiatan normalisasi proyek multi years sungai Kemuning ditahan oleh warga jalan Garuda, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan/Kabupaten Sampang. Pasalnya, keberadaan dua alat berat tersebut merusak jembatan warga yang dibangun secara swadaya tanpa bantuan dari dana pemerintah.

Tak hanya itu, beberapa waktu lalu saat proses kegiatan proyek berlangsung, akibat dilewati mobil dan alat berat, tiga tiang jembatan patah dan alat berat yang berada di lokasi dilarang oleh warga agar tidak melintasi jembatan tersebut.

“Kami sekeluarga membangun jembatan secara pribadi kurang lebih Rp 85 juta, sejak tahun 2014 dengan panjang 5 meter dan lebar 4 meter. Bahkan untuk membangun jembatan tersebut kami harus meminjam ke Bank selama 10 tahun,” kata Wahyu pemilik jembatan sekaligus jalan pribadi yang dilalui oleh alat berat proyek normalisasi sungai Kemuning, Minggu (13/1/2019).

Sementara Farid, warga lainnya mendesak pihak pelaksana kegiatan normalisasi sungai Kemuning segera memperbaiki jembatan warga dengan surat MOU perjanjian bermaterai. Sebab, sebelumnya akibat penanaman beton rumah warga retak dan miring hanya diperbaiki dengan ditembel.

Berdasarkan informasi yang dirangkum, normalisasi sungai Kemuning, Multi Years Contrak (MYC) selama tiga tahun, mulai 2017 hingga 2019, dengan nilai pagu proyek Rp 155 Milyar. [sar/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar