Peristiwa

Warga Perum ABM Gresik Kembali Demo, Tuntut PT Kebomas Makmur

Warga Perum ABM Gresik Kembali Turun Jalan, Tuntut Manajemen Pergudangan Kebomas Makmur

Gresik (beritajatim.com)– Ratusan warga Perumahan Alam Bukit Mas (ABM) Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik, yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Terdampak Polusi (Gemas Terasi).

Melakukan aksi turun jalan kembali. Dengan membawa sepeda motor serta satu unit mobil bak terbuka. Warga menuntut ke manajemen pergudangan PT Kebomas Makmur terkait ketinggian urukan, polusi udara serta pembuangan saluran air.

Sambil melakukan orasi, warga Perum ABM Gresik juga membawa poster bertuliskan ‘Aku Gak Butuh Baumu, Jauhkan Kami dari Bencana, dan Piye Karepmu’. Warga juga melakukan teaterikal serta kesenian jawa jantilan yang menggambarkan kesewenang-wenangan manajemen pergudangan PT Kebomas Makmur.

Warga yang melakukan aksi di depan akses pintu masuk pergudangan PT Kebomas Makmur, juga menjadi perhatian pengendara yang melintas di Jalan Mayjen Sungkono Gresik.

Korlap aksi Gemas Terasi Perum ABM Gresik, Ananto mengatakan, aksi yang dilakukan ini adalah warga yang terdampak akibat adanya proyek pergudangan PT Kebomas Makmur. Mulai dari warga RT 01, 02 dan 03.

“Ada 8 tuntutan yang disampaikan ke manajemen pergudangan PT Kebomas Makmur,” ujarnya, Sabtu (21/09/2019).

Delapan tuntutan warga itu diantaranya mendesak agar jarak pembangunan pergudangan dengan dinding warga minimal 15 meter. Selain itu, urukan dengan rumah warga 2 meter.

Tuntutan lainnya adalah mendesak Bupati Gresik agar mengkaji lagi perda lingkungan. Mendesak diterapkannya sanksi administrasi terhadap penggelapan dokumen lingkungan, penghentian sementara proyek pembangunan pergudangan. Selanjutnya, audit manajemen pergudangan PT Kebomas Makmur serta mendesak aparat kepolisian memeriksa dokumen mengenai lingkungan.

Saat melakukan orasi, sempat terjadi ketegangan antara warga Perum ABM Gresik dengan petugas security. Pada saat itu, salah satu warga didorong oleh petugas hingga terjatuh namun tidak mengalami luka. Melihat aksi itu, warga melakukan protes karena aksi yang dilakukan ini merupakan aksi damai bukan anarkis.

Setelah melakukan pertolongan terhadap warga yang terjatuh. Warga Perum ABR Gresio kembali berorasi meminta manajemen pergudangan PT Kebomas Makmur menemuinya. Namun, setelah ditunggu hingga satu jam lebih perwakilan manajemen tidak muncul. Warga Perum ABM Gresik berjanji akan melakukan aksi turun jalan dengan jumlah lebih besar ke Pemkab Gresik.

“Kami akan galang aksi turun jalan lagi sampai tuntutan warga dipenuhi,” ungkap Ananto.

Akhirnya warga Perum ABM Gresik yang melakukan aksi unjuk rasa membubarkan diri dengan tertib. Dalam aksi tersebut beberapa aparat keamanan dari Polsek, dan Koramil Kebomas melakukan pengamanan terhadap warga yang berunjuk rasa. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar