Peristiwa

Warga Dua Desa Protes Rencana Pembangunan Pabrik Pakan Ternak

Malang (beritajatim.com) – Ratusan warga Dusun Lambang Kuning Kidul Kali, Desa Majangtengah dan Dusun Sumberayu Santren, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, menggelar aksi damai. Ratusan warga menolak pembangunan pabrik peternakan ayam potong milik PT Wonokoyo Jaya Corporindo (Wonokoyo Group), Sabtu (8/2/2020).

Aksi yang digelar di di lapangan Desa Majangtengah, Dampit, dihadiri warga dari dua dusun tersebut dengan menaiki puluhan sepeda motor. Warga bahkan ada yang membawa barang dagangannya untuk mengikuti aksi.

Koordinator Aksi, Jihadduddin mengatakan, aksi ini dilakudemokan untuk menolak rencana pembangunan PT Wonokoyo yang bergerak dibidang peternakan ayam potong di area hak guna usaha (HGU) perkebunan tebu PT Wonokoyo Jaya Korporindo.

“Kami dengan tegas menolak rencana pembangunan kandang dan pabrik yang rencananya akan dibangun dilahan seluas 68 hektar,” tegasnya, Sabtu (8/2/2020).

Menurut Jihadduddin, aksi penolakan ini dilakukan sejak pada bulan Mei 2019 silam. Pihaknya melakukan aksi ini lantaran melihat dampak lingkungan yang selama ini telah terjadi akibat adanya pabrik peternakan ayam potong tersebut yang sudah sudah terbangun di beberapa daerah.

“Jika melihat dampak lingkungan yang sudah-sudah maka kami dengan tegas menolak. Dampak lingkungan yang di hasilkan dari pabrik itu jelas mengganggu warga, belum lagi polusi,” jelasnya.

Aksi ini, lanjut Jihadduddin, merupakan aksi yang ke sekian kalinya. Apalagi pihak Wonokoyo telah mendatangkan berbagai alat berat untuk proses pembangunan. “Kami sudah memprotes sesuai dengan prosedur yang berlaku, tapi selalu mentah. Kami tumpul untuk menembus keatas. Bahkan sudah pernah ada sosialisasi di kecamatan, kami tetap tegas menolak,” paparnya.

Jihadduddin menambahkan, kegiatan sosialisasi yang berikutnya selalu dihadiri oleh beberapa oknum saja. Warga sepakat menolak, bahkan sudah ada petisi yang telah ditandatangani oleh 700 warga lebih. “Pak Camat mengaku tidak pernah tandatangan soal ini. Tapi pihak Wonokoyo tetap bergerak,” pungkasnya. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar