Peristiwa

Warga Desa Pager Kembali Demo, Sekda: Keputusan Bupati Final dan Mengikat

Ponorogo (beritajatim.com) – Di hari terakhir sebelum pelantikan kades terpilih gelombang kedua, warga Desa Pager Kecamatan Bungkal Ponorogo kembali melakukan unjuk rasa di depan gerbang masuk kantor bupati Ponorogo. Unjuk rasa untuk kali ke 5 ini, menurut pantauan beritajatim.com, massa lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Terlihat mereka menggunakan 2 truk dan 1 pickup serta beberapa sepeda motor untuk sampai ke kota.

“Tuntutan kami tetap sama, untuk mengusut tuntas 2 suara hilang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh panitia pilkades Desa Pager,” kata koordinator unjuk rasa Agung Risky Saifudin, Selasa (18/6/2019).

Dia juga menagih sikap tegas pemkab dalam menyikapi sengketa pilkades di desanya. Pasalnya sampai saat ini masyarakat disana seperti digantung atas ketidakjelasan hasil pilkades. “Kami tidak akan lelah akan selalu melakukan aksi unjuk rasa sampai ada keputusan dari pemkab,” katanya.

Setelah kurang lebih setengah jam melakukan unjuk rasa, 17 perwakilan Dari Desa Pager akhirnya ditemui oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono. Mereka melakukan pertemuan di ruang bantarangin lantai 2. Dalam kesempatan tersebut Sekda Agus Pramono menjawab tuntutan warga. Dia berdalih bupati memiliki waktu selama 30 hari setelah pemungutan suara untuk memutuskan hasil dari pilkades Desa Pager. Agus berhitung setelah pemungutan suara pada 20 Mei lalu, dan dipangkas hari libur dan cuti lebaran, 30 hari kerja jatuh pada 9 Juli 2019 mendatang.

“Dalam waktu tersebut, kami sebagai panitia pilkades kabupaten sudah memberikan kajian dan pertimbangan kepada Bupati. Dan keputusannya nanti sifatnya final dan mengikat,” kata Agus saat ditemui usai menerima perwakilan Desa Pager.

Oleh karena itu, Agus mengajak masyarakat untuk sabar menunggu keputusan Bupati paling lambat pada 9 Juli nanti. Namun kami juga berharap Bapak Bupati segera memutuskan, karena lebih cepat juga lebih bagus. “Tentu keputusan Bupati nantinya bisa jadi tidak memuaskan oleh salah satu pihak. Bagi yang tidak puas ya silahkan mengambil langkah-langkah hukum yang lain,” pungkasnya.(end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar