Peristiwa

Wanita Pembuang Bayi Itu dari Desa Tetangga

Sumenep (beritajatim.com) – Aparat Polsek Talango, Sumenep, mulai mengendus identitas ibu bayi laki-laki yang dibuang di kuburan. “Setelah mendapat laporan masyarakat, kami langsung melakukan penyelidikan. Kami mencari informasi, siapa perempuan-perempuan yang baru melahirkan,” kata Kapolsek Talango, AKP Haqqul Musliminal, Rabu (6/3/2019).

Sebelumnya, warga Desa Palasa, Pulau Poteran, Kecamatan Talango, digegerkan dengan penemuan sesosok bayi laki-laki di areal pemakaman desa setempat.

Bayi itu pertama kali ditemukan oleh Rahmi (54), warga setempat, saat pulang belanja dari pasar Bille. Saat melintasi pemakaman, lamat-lamat  Rahmi mendengar ada suara tangisan bayi. Setelah didekati, ternyata benar ada sesosok bayi laki-laki yang sedang menangis, terbungkus jarik. Saat itu areal pemakaman tengah diguyur hujan deras.

Bayi yang dibuang di kuburan itu lahir dengan kondisi fisik tidak sempurna. Kaki kanan cacat, dan kaki kiri tidak normal. “Dari hasil penyelidikan, diketahui ada seorang perempuan yang baru melahirkan. Inisialnya SF, warga Desa Essang. Jadi bukan warga Desa Palasa sendiri,” ungkap Haqqul.

Namun ia enggan mengungkapkan alasan mengapa SF tega membuang bayi yang baru dilahirkan. Menurutnya, kasus itu diserahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumenep.

“Si ibu bayi ini masih menjalani pemeriksaan di Polres. Sedangkan bayinya dibawa ke Puskesmas Talango untuk mendapatkan perawatan, karena kondisinya kurang sehat,” ucap Haqqul. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar