Peristiwa

Wali Kota Malang Minta PDAM Segera Normalkan Aliran Air

Wali Kota Malang Sutiaji.

Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang Sutiaji meminta PDAM Kota Malang segera melakukan normalisasi aliran air kepada 26.178 saluran rumah air atau rumah warga. Apalagi macetnya aliran air ini sudah berjalan selama 4 hari sehingga menyusahkan puluhan ribu warga Kota Malang dalam aktivitas mandi cuci kakus.

“Saya minta malam ini insyaallah sudah semua, dari 26 ribu yang terdampak sudah selesai. Mestinya memang sampai 6 hari, tapi terkahir saya minta nanti malam,” tegas Sutiaji, Kamis, (10/10/2019).

Sutiaji sendiri telah meninjau langsung ke kantor PDAM Kota Malang, dia menyebut ada kebocoran pipa yang membuat 26 ribu lebih warga Kota Malang tidak teraliri air. Dikatakan Sutiaji, penyebab kebocoran di Pulung Dowo Simpar karena arus air di atas telalu tinggi sehingga meletus.

“Ternyata ada kebocoran pipa, dan itu terjadi dari arus yang atas itu terlalu tinggi sehingga meletus. Pipa ini hanya berkapasitas menampung jumlah tekanan debet air 10, naik ke angka 13. Ini salah satu faktor kebocoran pipa,” papar Sutiaji.

Sutiaji sendiri telah meminta PDAM mempercepat proses normalisasi karena mampetnya aliran air telah menyusahkan masyarakat. Apalagi antisipasi kebocoran pipa sudah dilakukan, penggantian pipa baru merupakan bantuan dari Kementerian PU. Namun, ada kesalahan dalam pemasangannya, pipa itu dipasang terbalik.

“Sebetulnya sebelum bocor besar sudah diantisipasi, tapi ternyata dari debit air yang meninggi itu akhirnya sudah mencuat duluan dan menyebabkan gangguan. PDAM sudah ada alat dektektornya, ketika itu rawan harusnya sudah tau,” kata Sutiaji.

Sementara itu, salah satu warga perumahan Bumiayu Santana, di Jalan Kiai Pasreh Jaya, Kedungkandang, Izzatin Nisa mengatakan untuk menyiasati mandi cuci kakus dia terpaksa membeli air isi ulang yang biasa digunakan untuk minum. Hal itu dilakukan lantaran dia memiliki seorang bayi yang membutuhkan air bersih.

“Mau bagaimana lagi, air mampet selama empat hari sejak Senin,(6/10/2019) siang mampet. Terpaksa untuk memenuhi kebutuhan air isi ulang pakai kemasan galon itu,” tandas Nisa.

Adapun daerah yang terdampak dari mampetnya air PDAM ini meliputi Jalan Kiai Ageng Gribig, Jalan Kiai Haji Malik Dalam, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Kiai Pasreh Jaya, kawasan Bumiayu, kawasan Buring, kawasan Gadang-Lowokdoro, Kawasan Jalan Satsui Tubun, hingga Kawasan Sawojajar.

PDAM Kota Malang sendiri melalui akun media sosial Twitter menyatakan telah melakukan penguatan kontruksi pasca perbaikan pipa di Pulung Dowo. Diantaranya mulai melakukan normalisasi, pengisian tandon hingga membuka aliran air sampai proses normalisasi dimulai. Namun, kenyataannya aliran air belum juga mengalir. [luc/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar