Peristiwa

Video ASN Kampanye 2 Periode Kembali Beredar

Jember (beritajatim.com) – Sejumlah warga mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (28/2/2020). Mereka melaporkan video berbau kampanye pemilihan kepala daerah yang mendukung Bupatk Faida yang diduga dilakukan aparatur sipil negara.

Video berdurasi 21 detik itu menampilkan sejumlah pejabat yang mengucapkan terima kasih kepada Bupati Faida. Tiga orang yang dikenali terekam dalam video itu oleh pelapor adalah Camat Pakusari A. Fauzi, Sekretaris Camat Pakusari yang sekarang Camat Sumberjambe Rusdiyanto dan Kepala Desa Subo Romyatun.

Dalam video itu, ada perempuan berjilbab dan berpakaian dinas coklat memperkenalkan diri sebagai Kepala Desa Subo.

“Saya Kepala Desa Subo Kecamatan Pakusari bersama Muspika mewakili masyarakat Desa Subo berterima kasih kepada Ibu Bupati. Jalannya sudah selesai di-hot mix dari Desa Sumberpinang, Subo, ke Sumberjeruk.”

“Terima kasih Ibu Bupati. Lanjutkan dua periode. Siap menjadi pendukungnya.” Begitu selesai mengucapkan kalimat itu, sejumlah orang ikut mengucapkan dukungan ‘siap’.

Syaiful, salah satu pelapor, mengatakan, tindakan tiga oknum pemerintah tersebur melanggar aturan. “Kami sampaikan laporan ke Bawaslu agar ada kepastian hukum,” katanya.

Ribut Supriyadi, warga lainnya, mengaku bisa mengidentifikasi oknum pejabat di sana. “Saya warga Pakusari. Kami minta kepada Bawaslu Jember agar melakukan tindakan sesuai dengan norma hukum yang berlaku,” katanya.

Laporan tersebut diterima komisioner Bawaslu, Andhika Firmansyah. “Ketika berkas lengkap, kami hanya punya waktu lima hari untuk menindaklanjuti. Saya harap unsur formil dan materiil laporan ini bisa segera dilengkapi,” katanya.

Sebelumnya, Bawaslu Jember sudah mengeluarkan rekomendasi pelanggaran kampanye yang dilakukan Camat Tanggul Muhammad Ghozali. Ghozali juga terekam video yang mengampanyekan dukungan kepada Bupati Faida yang mencalonkan diri kembali jadi bupati untuk periode kedua.

Fauzi dan Rusdiyanto belum berhasil dimintai konfirmasi. Hubungan telepon dan pesan WhatsApp tidak direspons.

Sementara itu Romyatun mengaku sedang di Arab Saudi untuk umrah. “Itu video lama sebelum ada momen pilkada. Itu pun bukan sendiri. Semua lembaga ikut, Muspika. (Ini) ucapan terima kasih kepada bupati karena jalan sudah di-hotmix. Aduh semoga barokah ya. Nanti Allah yang tahu,” katanya vi pesan WhatsApp. (wir/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar