Peristiwa

Tuntaskan Konflik Pengurus, Klenteng Tuban Datangkan Pakar Hukum

Yudi Wibowo Sukinto saat memberikan pandangan hukum terkait konflik kepengurusan Klenteng Kwan Sing Bio Tuban

Tuban (beritajatim.com) – Pengurus domisioner Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tuban mendatangkan pakar hukum guna mengurai permasalahan yang ada, Selasa (15/10/2019). Selain itu juga sebagai upaya penyelesaian konflik terkait dengan keberadaan kepengurusan Klenteng Kwan Sing Bio (KSB) Tuban,

Ahli hukum yang diatangkan adalah Dr. Ir. Yudi Wibowo Sukinto, SH.MH. Para pengurus klenteng mendengarkan pendapat hukum atas kasus vakumnya kepengurusan yayasan yang sudah bertahun-tahun itu.

Namun demikian, tidak semua pengurus hadir dalam forum tersebut, meski semuanya sudah diundang. “Hari ini kita datangkan ahli hukum. Tujuannya, meminta masukan dan saran untuk menyelesaikan semua pelanggaran hukum yang berkaitan dengan yayasan,” terang Alim Sugiantoro, Ketua Penilik Demisioner KSB Tuban.

Dari hasil pandangan hukum, untuk menyelesaikan permasalahan internal yayasan TITD Kwan Sing Bio (KSB) itu terdapat beberapa poin penting. Diantaranya adalah terkait status yayasan yang tidak diperpanjang, peralihan dari yayasan menjadi perkumpulan serta kepengurusan yang sudah lama vakum.

“Berdasarkan saran dari pakar hukum, untuk menyelesaikan permasalahan ini harus menghidupkan yayasan terlebih dulu. Setelah status yayasan hidup, kemudian memasukkan asetnya yayasan, baru kemudian dilakukan pemilihan,” tambah Alim.

Alim menyatakan, untuk proses menghidupkan semua keberadaan yayasan dan pengurusan TITD Kwan Sing Bio Tuban itu maksimal membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Sehingga diharapkan semua umat dan pengurus yang sedang konflik bisa menyelesaikan masalah tersebut.

“Targetnya, asal semua sepakat paling lama setengah tahun, soalnya harus merubah semuanya. Setelah ini harapannya semua dibenahi dengan baik, supaya tidak lagi ada konflik yang berlarut-larut,” tegasnya.

Dalam pertemuan itu Dr. Ir. Yudi Wibowo Sukinto, SH.MH, juga memberikan tanggapan bahwa pemilihan ketua yayasan klenteng yang dipilih secara aklamasi dengan musyawarah umat dinilai tidak sah. Pasalnya, keberadaan keanggotaan umat Klenteng KSB Tuban itu sudah mati dan harus dihidupkan kembali.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, bahwa puluhan umat dari TITD Kwan Sing Bio Tuban menggelar musyawarah yang kemudian memilih ketua pengurus secara aklamasi. Kelompok umat yang mengelar pemilihan itu mengklaim bahwa dalam pemilihan ketua sudah sah karena telah dihadiri lebih dari 50 persen umat dan tidak melanggar AD/ART.

“Pemilihan ini sudah sesuai AD/ART Klenteng, sebab yang hadir disini sudah 50 persen lebih satu. Jumlah yang hadir lebih 150 umat,” ungkap Tan Ming Ang, setelah terpilih menjadi Ketua Penilik Klenteng Kwan Sing Bio Tuban secara aklamasi itu. [mut/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar