Peristiwa

Tumpeng Aneka Hasil Bumi di Mojokerto Jadi Rebutan Warga

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 18 tumpeng yang berasal dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto diarak di Lapangan Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Kamis (18/7/2019). Tumpeng-tumpeng ini berisi hasil bumi dari kecamatan setempat.

Seperti polo pendem yakni makanan yang diambil dari dalam tanah, kacang tanah, singkong, ketela rambat dan umbi-umbian. Sayur mayur hasil pertanian seperti kubis, kacang panjang, kangkung, wortel, terung maupun bumbu dapur seperti cabai merah dan cabai rawit.

Setelah diarak kemudian tumpeng diperebutkan warga yang hadir. Kirab tumpeng ini digelar Pemkab Mojokerto dalam rangka pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke 16 dan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) ke 47.

Salah satu warga yang ikut rebutan tumpeng hasil bumi, Hani (36) menuturkan, jika ia tertarik ikut bersama warga yang lain berebut tumpeng karena bentuk tumpeng hasil bumi yang dinilainya cukup menarik. “Bentuknya lucu-lucu, ada bentuk ayam jago,” ungkapnya.

Selain itu hasil rebutan hasil bumi dibuat masakan, lanjut warga Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto ini, ia berharap dengan kegiatan tersebut bisa memupuk jiwa kebersamaan dan menghapus individualisme yang kini semakin rentan di masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, kegiatan tersebut diikuti 18 kecamatan yang ada. “Isinya (tumpeng, red) beda-beda karena setiap kecamatan berbeda hasil buminya. Seperti Dawarblandong dengan cabai rawit, Trawas pisang dan duren,” katanya.

Menurutnya, isi dari tumpeng hasil bumi tersebut berbeda karena masing-masing wilayah mempunyai kas sendiri-sendiri. Kirab tumpeng tersebut rutin digelar setiap tahun dengan lokasi berbeda setiap tahunnya. Tujuannya agar bentuk kegotong royongannya tetap terlihat.

“Memang gotong-royong ini tidak boleh lepas dari kita. Harapannya adalah persatuan dan kesatuan. Indonesia harus gotong royong dan ini tidak bisa kita tinggalkan. Gotong royong ini adalah pondasi dari pembangunan Kabupaten Mojokerto,” harapnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar