Peristiwa

Tugas Media Massa Itu 3E Plus 1N

Ketua Dewan Pers, Prof Dr Muhammad NU, DEA pada kegiatan Sosialisasi Pemberitaan Ramah Anak di Surabaya, Kamis (4/7/2019)

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Dewan Pers, Prof Dr Muhammad Nu, DEA mengatakan, media massa memiliki tugas mulia untuk mendidik dan mencerahkan generasi masa kini agar mampu menggapai masa depan yang cerah.

“Kalau bisa saya rumuskan secara sederhana tugas media massa itu adalah 3E plus 1N,” kata M Nuh pada kegiatan Sosialsasi Pemberitaan Ramah Anak yang dihelat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Dewan Pers di Kota Surabaya, Kamis (4/7/2019).

M Nuh yang pernah menjabat Rektor ITS Surabaya, Mendikbud, dan Menkominfo ini, mengutarakan, jabaran formula 3E plus 1N terkait tugas media massa adalah education, empowerment, enlightenment, dan nationalism.

Lebih lanjut dikatakan, penting bagi media massa dan wartawan untuk bagaimana mendidik warga, bagaimana memberdayakan warga, bagaimana mencerahkan warga, dan bagaimana membangun nasionalisme. “Itu tugas media massa,” katanya.

Sesuai ketentuan dalam UU Nomor 40/1999 tentang Pers, disebutkan ada 5 fungsi pers: Memberikan informasi, hiburan, pendidikan, sosial kontrol, dan ekonomi bisnis. Dikatakan M Nuh, media massa juga bertanggung jawab mencerdaskan warga. Dalam konteks ini maknanya adalah bagaimana media massa mampu meningkatkan kemampuan warga dalam memilah dan memilih mana informasi yang merujuk fakta dan data serta informasi yang tak ada rujukan datanya.

“Ada 2 komponen penting media massa,” ujarnya. Kedua komponen itu adalah infrastruktur media massa yang bertalian dengan perkembangan teknologi dan konten media massa yang berupa pesan yang bersangkut erat dengan kualitas wartawan. “Karena itu, wartawan harus selalu diupgrade dan diupdate,” katanya mengingatkan.

Secara empirik, katanya, pesan yang diproduksi dan disebarluaskan media massa tak mengalami perubahan secara substansial dari masa ke masa. Yang berubah adalah bagaimana pesan itu disampaikan kepada publik. Kenyataan ini yang melahirkan banyak platform media massa, seperti radio, cetak, televisi, online, dan lainnya.

Prof M Nuh menguraikan, platform media massa berkorelasi dengan perkembangan kultur dan peradaban masyarakat. Sampai sekarang ada 5 perkembangan tingkatan masyarakat, yakni society 1.0 yang berupa hunting society, society 2.0 yakni agrarian society, society 3.0 yakni industrial society, society 4.0 yakni information and knowledge society, dan society 5.0 yakni imagination society.

“Karena itu, kalau ada orang memiliki imajinasi jangan dilarang,” tukasnya. Dalam konteks kekinian, katanya, di mana penduduk usia anak-anak berjumlah sekitar 27 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang pada sensus 2010 lalu mencapai sekitar 250 juta jiwa, anak-anak tersebut sekarang bertumbuh makin dewasa dan diidealkan menjadi penduduk produktif. “Itu bonus demografi kita,” tegasnya.

Dalam perspektif demikian, menurut M Nuh, media massa memiliki tanggung jawab sosial, moral, dan kultural untuk mendidik, memberdayakan, dan mencerahkan masa depan anak-anak melalui konten pemberitaan ramah anak. Jangan sampai pemberitaan media massa mengakibatkan labelisasi dan stigmatisasi berdimensi negatif dan destruktif bagi masa depan anak-anak.

“Sebab, perjalanan masa depan manusia itu bersifat irreversible process dan bukan reversible process. Artinya, perjalanan hidup manusia itu tak bisa diulang,” jelas Prof Dr M Nuh. [air/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar