Peristiwa

Truk Kelebihan Muatan, Salah Satu Penyebab Jalan Rusak

Ponorogo (beritajatim.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ponorogo melakukan segala upaya untuk menindak truk yang kelebihan muatan. Karena tidak bisa dipungkiri, kerusakan jalan di bumi reyog ini salah satun penyebabnya adalah truk yang over tonase tersebut.

“Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk menindak ulah sopir truk yang melebihkan muatannya,” kata Kepala Dishub Ponorogo Djunaedi, Rabu (11/9/2019).

Djunaedi mengatakan, pihaknya membentuk tim gabungan dengan polisi lalu lantas. Pasalnya, polisi bisa menindak ketika terjadi over kapasitas atau kelebihan dimensi. Namun, polisi juga tidak bisa serta merta melakukan penindakan bagi truk yang over load. Karena timbangan yang dibeli pada 2016 dengan harga Rp 175 juta mengalami kerusakan.

“Kami juga melakukan penindakan turunkan paksa kelebihan muatan teraebut menjadi muatan standar. Langkah tersebut dianggap efektif untuk mencegah proses kerusakan jalan,” ungkap Djunaedi.

Dia memcatat, sampai akhir 2018, ada sekitar 80 persen kendaraan berat pengangkut hasil tambang di Kecamatan Pulung dan Jengangan diturunkan paksa muatannya ke ukuran standart. Namun, terbatasnya anggaran membuat upaya itu dianggap belum berjalan secara maksimal.

“Dulu uang Rp 8 juta itu untuk satu bulan dan satu kali penindakan, jumlah segitu kurang efektif. Karena idealnya satu minggu dilakukan dua kali penindakan,” katanya.

Djunaedi menambahkan jika sebenarnya ada banyak faktor yang membuat kerusakan jalanan di bumi reyog. Pertama, kualitas jalan ketika dibangun dulu, tidak sesuai dengan standart tonase yang ada. Lalu, sistem drainase
yang kurang baik menyebabkan air menggenang di jalan. Nah itu bisa membuat percepatan kerusakan jalan.

Dan yang terakhir adalah sistem perawatan jalan yang perlu dimaksimalkan kembali. “Dari sekian faktor yang mempengaruhinya itu, truk kelebihan muatan menjadi penyebab yang paling mudah ditebak,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar