Peristiwa

Trauma Healing Kembalikan Senyum Ceria Anak-anak Korban Banjir

Ponorogo (beritajatim.com) – Banjir yang menerjang Ponorogo pada Rabu hingga Kamis kemarin berdampak besar. Selain merendam rumah penduduk. Sekolah-sekolah juga tak luput dari terjangan air dari luapan sungai Sekayu tersebut.

Sekolah yang kondisinya terparah adalah MIN Paju. Buku mata pelajaran dan mebeler untuk menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) rusak, bahkan ada yang hilang karena terbawa air. “Kami memerlukan buku-buku pelajaran dan mebeler,” kata Waka Kurikulum MIN Paju Irfan Fuad Su’aedi, Senin (11/3/2019).

Banjir yang menerjang, kata Irfan, juga berdampak luar biasa bagi siswa di MIN Paju. Dia menceritakan, saat pertama masuk pasca banjir pada Jumat lalu, siswa-siswa sempat trauma. Saat KBM berlangsung para siswa ingin cepat pulang karena rintik-rintik mulai mengguyur. “Saat hujan turun, mereka cepat-cepat ingin segera pulang,” katanya.

Melihat keadaan tersebut, Kodim 0802 Ponorogo cepat tanggap menangani psikis siswa yang terguncang akibat banjir itu. Caranya, dengan mengadakan trauma healing bagi para pelajar tersebut. Seperti yang dilakukan oleh anggota Kodim 0802 Ponorogo Sertu Pamuji Santoso yang mencukur rambut sejumlah siswa.

Hal itu dimaksudkan sebagai bagian dari upaya membangkitkan lagi semangat para siswa. Selain itu, orang tua mereka saat ini mungkin tidak sempat memikirkan akan mencukurkan rambut anaknya. “Makanya kita layani cukur rambut gratis,” katanya.

Selain mencukur rambut, anggota TNI juga mengajak siswa bermain. Mulai dari bermain yel-yel, bernyanyi bersama, hingga bermain adu ketangkasan pramuka. Dengan kegiatan trauma healing seperti itu, diharapkan siswa lebih bersemangat. “Kami berusaha mengembalikan senyum ceria mereka,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar