Peristiwa

TNI AU Gelar Latihan Perang di Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Satu tim Combat Search And Rescue (CSAR) yang terdiri dari 22 personel dan 6 unit Ground Forward Air Controller (GFAC) yang berjumlah 30 personel, diterjunkan untuk mengikuti latihan gabungan MOT, GFAC dan GCI Ground Control Interception tahun 2019 di Lanud Iswahjudi.

Kegiatan yang mengambil daerah latihan di Ponorogo, diskenariokan Tim pengendali tempur (Dalpur) Detasemen Matra 2 Paskhas melakukan inlfiltrasi dan berhasil menguasai Ponorogo. Namun, di pihak kawan terdapat korban yang harus segera dievakuasi.

Sehingga diterjunkanlah satu tim CSAR yang terdiri dari 7 orang pelaku. Setelah pesawat Heli Super Puma SA -330/NAS 332 tinggal landas dari Lanud Iswahjudi. Dengan menyusuri kontur perbukitan menuju bumi reyog, akhirnya dapat memasuki Ponorogo dengan tidak terpantau radar. Hanya membutuhkan waktu 5 menit, 7 prajurit tersebut melakukan fast rope di Alun-alun Ponorogo.

“Latihan CSAR dan GFAC ini merupakan rangkaian dari latihan gabungan Mission Oriented Training (MOT) yang dimulai sejak Selasa lalu,” kata Dandenmatra 2 Paskhas Mayor Pas Alpin J.L Tobing, saat ditemui di Alun- alun Ponorogo, Kamis (11/7/2019).

Latihan ini dimaksudkan untuk memberikan bekal dan pengalaman serta meningkatkan pemahaman dan kemampuan serta kerjasama antara penerbang helikopter yang mengoperasikan alutsista dengan personel SAR Paskhas AU. Sehingga, bisa secara terpadu melaksanakan operasi Combat SAR yang memiliki kompleksitas tinggi.

Dia berharap dengan latihan ini akan menambah keterampilan para personel Paskhas AU, terutama Denmatra 2 Paskhas. Selain itu GFAC yang dilakukan di daerah Klampis Ireng Ponorogo merupakan latihan bantuan tembakan udara (BTU).

Dalam latihan itu diskenariokan bahwa pasukan kawan terhalang oleh musuh di depan sehingga membutuhkan bantuan dari pesawat tempur kawan. “Akhirnya dengan memberikan koordinat kepada pesawat tempur lainnya. Musuh berhasil dihancurkan,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar