Peristiwa

Tim Audit Dirjen Perhubungan Datangi Bandara Jember

Jember (beritajatim.com) – Tim audit dari Direktorat Bandara Udara pada Direkrotat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mendatangi Bandara Notohadinegoro di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (15/1/2020).

“Mereka datang dalam rangka tindak lanjut permohonan perpanjangan sertifikat bandar udara (SBU) Bandara Jember,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Edi Purnomo.

Tim ini bertugas melihat langsung, mendata, dan memverifikasi data di lapangan, seperti sarana, prasarana, personel, dan lainnya. “Sebenarnya jadwalnya sebelum 2020. Tapi mereka ini kan Direktorat Bandar Udara yang membawahi seluruh bandar udara di Indonesia. Jadwalnya kami harus mencari yang pas bagi mereka. Mereka harus mengaudit seluruh bandar udara,” kata Edi.

SBU ini terkait pemenuhan standarisasi layanan penerbangan. “Nanti mereka akan memverifikasi apa lebih dan kurangnya. Kurangnya nanti akan segera dipenuhi oleh bandar udara,” kata Edi.

Salah satu syarat SBU adalah rencana induk dari PT Angkasapura II. UPT Bandara Notohadinegoro sudah menginformasikan kepada Direktorat Bandar Udara. “Sehingga itu jadi perhatian khusus bagi mereka. Itu bukan tanggungjawab Pemkab Jember. Bola ada di Angkasapura, sedang digodok dan disempurnakan,” kata Edi.

Belum kelarnya dokumen rencana induk ini, menurut Edi, tidak mempengaruhi proses SBU bandara Jember. “Bandara Jember ini statusnya memperpanjang SBU. Syarat dan prosedur SBU baru dan memperpanjang tentu berbeda,” katanya.

Bandara Jember saat ini mengantongi SBU sementara dan surat izin operasional sementara hingga SBU permanen terbit. Ini menandakan bandara Jember legal. “Kalau tidak legal sudah ditutup,” kata Edi. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar