Peristiwa

Tersangkut Politik Uang, Elektabilitas Caleg Bisa Turun 40 Persen

Dekan Fisib Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam

Surabaya (beritajatim.com) – Dekan Fisib Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam mengungkapkan bahwa Caleg yang terseret kasus politik uang bisa mengalami bencana kehilangan capaian elektabilitas. Hal ini juga berlaku secara khusus bagi pemilih di Dapil Jatim 1 Surabaya-Sidoarjo.

“Apalagi di hari tenang pengawasan akan semakin ketat jika ada yang tertangkap basah maka akan jadi sounding yang lumayan keras kepada publik sudah diawasi ketat masih nekat,” kata Rokim, Jumat (12/4/2019).

“Dalam pandangan pemilih rasional perkotaan Caleg yang nekat menggunakan politik uang sekali lagi adalah Caleg cacat dan ada kecenderungan untuk menghukum mereka,” tambahnya.

Lebih lanjut, pria yang juga peneliti senior di Surabaya Survey Center (SSC) ini mengungkapkan jika Caleg yang terseret politik uang bisa kehilangan elektabilitas secara signifikan.

“Berdasarkan riset yang sudah dilakukan SSC, ini bisa sampai 40 persen suara yang hilang gara gara tersangkut politik uang,” pungkas Rokim.

Sebagai informasi, perkara politik uang telah beberapa kali menerpa proses tahapan Pemilu 2019 kali ini.

Kasus terbesar yang diungkap adalah Caleg DPR RI asal Partai Golkar Bowo Sidik ditangkap KPK karena melakukan korupsi. Barang bukti berupa uang di dalam ratusan ribu amplop itu ditengarai akan digunakan untuk politik uang dan serangan fajar.

Di Surabaya pun, Kamis (11/4/2019) malam, Panwaslu Kecamatan Gubeng melaporkan adanya temuan indikasi penggunaan dana reses untuk kampanye yang dilakukan oleh Caleg DPR RI berinisial BH. Kasus itu, hingga saat ini masih didalami dan diteliti lebih lanjut oleh pihak Bawaslu Kota Surabaya.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar