Peristiwa

Tersangka Baru Kasus Prostitusi Online Bojonegoro Tidak Ditahan

foto/ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Rifaldhy Hangga Putra mengatakan, demi pertimbangan kesehatan, tersangka berinisial RN hasil pengembangan kasus prostitusi online di wilayah hukumnya tidak ditahan.

Tersangkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan staf di Dinas Ketahanan Pangan Pemkab Bojonegoro itu menurut Kasat Reskrim kondisi kesehatannya kurang baik. “Demi kesehatan, tersangka tidak ditahan,” ujarnya, Kamis (11/4/2019).

Saat ini berkas tersangka sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bojonegoro. Pelimpahan berkas perkara sudah dilakukan minggu lalu. “Berkas masih di kejaksaan belum dikembalikan ke penyidik Polres,” katanya.

Sementara, dikonfirmasi terpisah Kasi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Bojonegoro, Dodik Mahendra mengatakan saat ini berkas perkara tersangka RN masih dipelajari oleh Jaksa Penuntut Umum. “Berkas masih dipelajari, belum ada temuan fakta baru,” katanya.

Kasus prostitusi online di Bojonegoro itu sebelumnya sudah ada satu tersangka seorang perempuan berinisial YN yang berperan sebagai mucikari. YN proses hukumnya sudah masuk di pengadilan. RN dan YN ini merupakan pasangan suami istri siri. RN berperan membantu melancarkan YN menjalankan operasi.

Atas perbuatannya, tersangka RN disangka melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Prostitusi, Pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 jo Pasal 296 KUHP. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar