Peristiwa

Terduga Teroris IM Berubah Total Sejak Setahun Terakhir

Foto terduga pelaku (istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Bingung didatangi Polisi, Ainun Arif (43) ketua RT 3, RW II, Kelurahan Sidosermo, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, langsung diminta jadi saksi warganya.

Kepada beritajatim.com Ainun mengaku tak ada penjelasan dari kepolisian akan detail kesaksian apa yang diminta tersebut.

Hanya saja, usai diminta jadi saksi, petugas langsung meminta Ainun untuk menghantarkan ke rumah kos yang berada di samping rumahnya.

“Saya didatangi dan diminta jadi saksi begitu saja. Saksi penggeledahan rumah kos milik IM (31) sebelah rumah saya,” katanya.

Usai berbicara bersama Istri IM yakni FT (35) Polisi langsung membawa FT dan tiga anaknya.

Usai mengamankan istri IM, petugas lantas melakukan penggeledahan rumah kos. Dari kos tersebut, Polisi membawa laptop, kertas, ponsel, dan identitas IM.

“Saya tahu kalau IM warga saya terduga teroris malah dari jurnalis yang mewawancarai. Ya ada beberapa perubahan pada IM dan FT setahun terakhir ini,” ucap Ainun.

Perubahan cara berpakain dan aktivitas nampak mencolok di mata Aiunun karena IM dan istri nampak lebih agamis.

Selain berjilbab, sang istri setahun terakhir juga nampak memakai cadar saat keluar rumah.

“Sebelumnya FT gak pakai jilbab apalagi cadar,” katanya.

Selain FT, IM sebagai kepala keluarga juga mulai berubah sejak perubahan FT selama setahun ini.

Hanya saja, IM sendiri lebih terlihat berubah pada cara pakaian saat hendak beribadah salat lima waktu.

“Kalau IM itu berubahnya dari pakaian juga saat mau salat. Sebelumnya dia tak begitu aktif salat dan pakaiannya tak nampak congklang,” ujar ketua RT yang mengaku deket dengan keluarga IM.

Kedekatan IM sekeluarga dirasakan Ainun karena hampir setiap hari berkomunikasi.

Tak hanya komunikasi akan usaha jualan kerupuk dan keripik seribuan. IM dan FT juga kerap mengobrol bersamanya terkait pekerjaan dan kondisi ekonominya.

“Dulu mereka berdua sama-sama kerja jadi cleaning service. Tapi keduanya keluar dan kini jualan kerupuk seribuan yang dititjpkan ke warung saya dan warung tetangga,” papar Ainun.

Perubahan mencolok juga terlihat pada IM yang dulunya ibadah di musala dekat rumah. Namun setahun terakhir selalu beribadah di masjid yang jauhnya hampir satu kilometer dari rumah kosnya.

Selain itu, sejak lima tahun lalu IM tak pernah memelihara jenggotnya dan sejak beberapa bulan ini IM memanjangkannya.

Perlu diketahui, IM alias Imam Mustofa (31) warga Sumenep Madura dibekuk usai membacok Polisi di Polsek Wonokromo, Surabaya, Jatim, Sabtu (17/8/2019).

IM diketahui melakukan pembacokan Polisi sekitar pukul 17.00 WIB. Selain melukai Polisi, terduga pelaku juga diduga membawa barang berupa kertas print bergambar logo ISIS.

Pada pemeriksaan atau penggeledahan sekitar pukul 18.45 WIB petugas mengamankan FT (35) istri terduga beserta tiga anaknya.

IM sendiri saat keluar siang tadi juga tak nampak ada perubahan yang mencolok. Saat ditanya, IM mengaku ingin mengantar dan mengambil sisa barang dagangan.

“IM ini cukup dekat dengan saya karena kosnya bersebelahan dengan rumah saya. Dulu sering ngobrol dan IM juga tak nampak ada kegiatan yang mencolok di rumah kosnya,” tandasnya ke beritajatim.com. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar