Peristiwa

Tembok Penahan Jembatan Penghubung 2 Desa Ambrol

Mojokerto (beritajatim.com) – Tembok penahan jembatan penghubung Desa Nogosari dengan Desa Kembangbelor di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto ambrol. Tanah penopang bagian bawah jembatan longsor sehingga menyebabkan tembok penahan jembatan ambrol.

Tembok penahan jembatan yang ambrol tersebut berada tepat di samping Pondok Pesantren (ponpes) Amanatul Ummah. Bagian tembok penahan jembatan yang ambrol terletak di sisi kiri jika dari arah Desa Kembangbelor dengan panjang tembok sekitar 6 meter.

Sementara jarak ketinggian antara jembatan dan permukaan sungai yang berada di bawah sekitar 3 meter. Pihak Desa langsung menutup bagian tembok yang ambrol karena berpotensi membahayakan pengendara. Bahkan para pengendara harus bergantian untuk melintas.

Karena jalur yang bisa dilewati hanya satu jalur. Ini menyusul di atas jalur tembok penahan jembatan harus diamankan dari pengendara. Selain memperhambat arus kendaraan, runtuhnya tembok jembatan juga menutup aliran sungai dan sebagian pipa penyalur air.

Salah satu warga setempat, Ahmad (51) mengatakan, ambrolnya tembok penahan jembatan terjadi pada Selasa (15/1/2019) sekitar pukul 15.00 WIB. “Kemarin hujan deras selama dua hari, mungkin karena ini. Saya tidak melihat kejadiannya langsung tapi baru lihat saat melintas,” ungkapnya, Jumat (18/1/2019).

Warga yang lain, Khoirul Anam (39) mengaku khawatir tanah penopang jembatan yang berada di bawah juga ikut longsor. “Saya berharap agar pemerintah segera memperbaiki. Saya khawatir jembatannya ikut runtuh,” tegasnya.[tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar