Peristiwa

Tangis Korban Puting Beliung Pecah di Hadapan Bupati Jombang

Korban puting beliung yang rumahnya rusak parah, Chamim, menangis tersedu ketika bersalaman dengan Bupati Mundjidah, Minggu (1/12/2019). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Chamim (72), warga Dusun Ngrumek, Desa Nglele, Kecamatan Sumobito, tak bisa menahan tangis ketika bertemu Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Minggu (1/12/2019). Dia sesenggukan, cairan bening tumpah dari matanya.

Bupati Mundjidah berusaha menghibur lelaki tua itu. Dia berjanji akan memberikan bantuan berupa material bangunan untuk perbaikan rumah milik Chamim. “Sabar nggih pak. Nanti Pemkab Jombang akan memberikan bantuan berupa material untuk memperbaiki rumah panjenengan,” kata Mundjidah menenangkan Chamim.

Mendengar jawaban itu, tangis Chamim tak langsung berhenti. Tangis itu justru semakin menjadi. Tentu saja, sejumlah petugas merangkulnya agar tenang. Dengan suara terbata-bata, warga Dusun Ngrumek ini menyampaikan terima kasih kepada bupati. “Kulo matur nuwun bu,” kata Chamim di sela tangis.

Chamim adalah salah satu korban bencana puting beliung yang menerjang Desa Nglele, Sabtu (30/11/2019) sore. Rumah milik petani itu mengalami kerusakan paling parah. Betapa tidak, atap rumah tersebut terbang disapu angin kencang. Praktis, rumah berukuran empat kali tujuh meter tersebut kini hanya beratap langit.

Sedangkan perabotan yang ada di rumah tersebut juga berantakan. Beruntung, saat kejadian Chamim sedang berada di sawah. Hanya ada anaknya saat itu yang di rumah. Namun semuanya selamat. Chamim masih bisa menceritakan petaka yang dia alami kepada bupati.

Dalam kunjungannya ke rumah Chamim, Bupati Mundjidah juga menyerahan bantuan berupa sembako, peralatan rumah tangga, selimut serta alas tidur. Bupati berharap, bantuan tersebut bisa meringankan beban korban angin puting beliung.

Bupati Mundjidah Wahab saat menyerahkan bantuan korban puting beliung di Dusun Ngrumek, Desa Nglele, Kecamatan Sumobito, Jombang, Minggu (1/12/2019). [Foto/Yusuf Wibisono]
“Hari ini kita serahkan bantuan. Karena rumah Pak Chamim ini mengalami kerusakan paling parah. Soal rumah yang rusak ini, kami akan mengirimkan bantuan material bangunan. Sedangkan pengerjaannya bisa dilakukan secara gotong royong oleh pihak desa,” kata Mundjidah di lokasi.

Bupati menyebut, berdasarkan data BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang, rumah yang rusak ringan akibat puting beliung di Dusun Ngrumek sebanyak 12 unit. Sedangkan yang rusak berat sebanyak satu unit, yakni rumah milik Chamim.

Selain rumah warga, puting beliung juga menghancurkan atap MTsN 12 Jombang yang notabene berada di Desa Ngelele. Sedikitnya empat bangunan di sekolahan tersebut gentingnya rontok. Beruntung, saat kejadian tidak ada kegiatan belajar mengajar. Seluruh murid sudah pulang.

Sementara rumah yang mengalami rusak ringan di Desa Nglele sebanyak 25 unit dan rusak sedang sebanyak 3 unit. “Komite sekolah sudah menghitung. Pembenahan sekolah yang rusak tersebut kemungkinan menghabiskan dana Rp 32 juta. Insya Allah akan kita bantu,” ujar Mundjidah. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar