Peristiwa

Tanggul Cincin Darurat di Jember Masih Rawan Jebol

Jember (beritajatim.com) – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Jember, Jawa Timur, memperbaiki tangkis atau tanggul yang jebol di Kecamatan Kencong secara darurat. Ini karena perbaikan permanen menjadi wilayah kewenangan Dinas Pengairan Jawa Timur.

“Tangkis kami bikin cincin, tangkis sementara darurat. Tak boleh permanen, karena ini wilayah kerja provinsi. Kami menunggu. Nanti pembenahan dari pemerintah provinsi,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas PU Bina Marga dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember Rasyid Zakaria.

Tanggul itu jebol jelang Natal 2018 sepanjang 60 meter. “Jadi kalau ada banjir susulan yang kelewat besar, ya mudah-mudahan selamatlah. Tapi kami bikin tangkis itu dari cerucuk bambu dan jumbo bag berisi tanah. Insya Allah kuat. Tingginya total kurang lebih 12 meter, lebih tinggi satu meter dari tangkis semula,” kata Rasyid.

Rasyid mengatakan curah hujan dan banjir tak bisa dilawan dan diprediksi. “Kami berupaya dengan kekuatan-kekuatan yang diperkirakan yakni curah dan intensitas hujan. Laporan cuaca terus kami pantau, sekuat apa debit air turun. Kami punya semacam early warning system. Kalau ketinggian air (di tanggul) sudah 3,5 meter, maka rakyat mulai dievakuasi dengan kentongan,” katanya.

Rasyid tak hanya dipusingkan banjir. Ada dua lokasi rawan longsor selama musim hujan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yakni di Desa Gelang Kecamatan Sumberbaru dan Perkebunan Gunung Pasang di Kecamatan Panti.

Rasyid mengatakan, dua lokasi itu sudah ditinjau tim vulkanologi dari Institut Teknologi Bandung. “(Persoalan) itu diatasi dengan tanah lempung dulu,” katanya. Menurut Rasyid, retakan di Gunung Pasang tak seberapa. “Kemarin yang agak parah di Gelang,” katanya. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar