Peristiwa

Tanah Gerak, Tim PVMBG akan Kembali Teliti Desa Tugurejo Slahung

Keadaan SDN 2 Tugurejo yang direkomendasikan untuk segera melakukan relokasi. (foto : Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Untuk mempercepat relokasi SDN 2 Tugurejo dan ratusan warga yang masih tinggal di zona rawan tanah gerak di Desa Tugurejo Kecamatan Slahung, Pemkab Ponorogo akan meminta bantuan kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung. Para ahli geologi itu akan meneliti secara langsung perkembangan tanah gerak di desa tersebut.

Sebelumnya pada Februari 2017 lalu, PVMBG sudah menerbitkan rekomendasi kajiannya tentang kondisi di Desa Tugurejo Kecamatan Slahung. Kala itu, dalam laporannya, gerakan tanah di Desa Tugurejo terjadi sejak 2013, yang berkembang menjadi nendatan atau gerakan tanah yang terjadi karena merosot, berbentuk gumpalan tanpa terlepas dari ikatannya di tahun 2016.

“Dimungkinkan, peta zona rawan tanah gerak berkembang sejak 2017. Makanya PVMBG kami minta untuk meneliti lagi,” Kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono, Jumat (14/2/2020).

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono (foto : dok.beritajatim.com)

Budi sapaan akrab Setyo Budiono menyebut jika potensi tanah gerak secara umum di Slahung memang tinggi. Karena dulu PVMBG menyimpulkan gerakan tanah itu masih akan terus terjadi dalam waktu lama. Mereka merekomendasikan warga yang berada di zona tanah gerak itu untuk relokasi. Meski begitu,di Desa Tugurejo masih ada beberapa zona yang aman. Untuk itu PVMBG yang mempunyai kompetensi untuk menelitinya, mana zona yang rawan atau yang aman.

“Hasil kajian dari PVMBG ini nantinya juga bisa menjadi acuan tim percepatan terpadu buatan bupati, untuk mengeluarkan regulasi relokasi SDN 2 Tugurejo maupun 119 warga yang masih bertahan di zona rawan,” katanya.

Sekedar diketahui, Pemkab Ponorogo akhirnya membentuk tim percepatan terpadu untuk merelokasi SDN 2 Tugurejo dan ratusan warga di Desa Tugurejo Kecamatan Slahung yang terdampak tanah gerak di desa tersebut. Keputusan itu diambil setelah Bupati Ipong Muchlissoni dan dinas terkait meninjau lokasi sekolah dasar tersebut.

Pada peninjauan di lapangan itu, Ipong juga melihat lokasi alternatif lain yang letaknya jauh dari sekolah yang sekarang, namun tempatnya cenderung lebih aman. Tim percepatan terpadu yang dipimpin oleh wakil bupati Soedjarno yang akan bekerja mengkaji itu semua. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar