Peristiwa

Tak Kunjung Berkabar, Ningsih Cari Suami yang Pamit Naik Kapal Santika Nusantara yang Terbakar

Keluarga korban KMSantika Nusantara yang terbakar di perairan Masalembo menubjukkan foto korban di Posko gabubgan sar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (26/8/2019).(manik priyo prabowo)

Surabaya, (beritajatim.com)- Mata memerah dan berkaca-kaca nampak terlihat jelas di wajah Rismiati Ningsih (53) saat ditanyai sejumlah jurnalis di Dermaga penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jatim, Senin (26/8/2019).

Rismiati yang datang bersama sanak saudara termasuk anak lelaki semata wayang ini pun mendatang posko terpadu korban KM Santika Nusantara yang terbakar.

“Saya dapat panggilan telepon sebelum suami pamit naik kapal ini (KM Santika Nusantara). Karena dapat kabar kapalnya terbakar, saya lantas ke Surabaya,” katanya kepada beritajatim.com.

“Terlebih juga suami saya belum kasih kabar baik pesan atau telepon. Jadi saya ke Surabaya hendak tanya apakah ada nama suaminya di datar korban,” lanjutnya.

Rasa sedih dan gelisah ia lontarkan usai membaca daftar nama korban KM Santika Nusantara yang selamat atau tidak. Hal tersebut dikarenakan nama Supriyanto tak tercatat di kedua daftar tersebut.

Meski demikian, ia tetap yakin dan percaya jika suaminya naik kapal yang terbakar di perairan sekitar segitiga bermuda kawasan Pulau Masalembo.

“Soalnya sebelum kapal berangkat, suami saya video call dan pamit. Saat itu kapal yang ditumoangi suami saya sudah mau berangkat,” katanya.

Tak hanya menghubungi istri tercinta, anak lelaki semata wayang juga dihubungi. Pamitan tersebut membuat keluarga Rismiyati yakin bahwa suaminya naik KM Santika Nusantara.

“Jadi saya minta petugas jangan hentikan pencarian sebelum suami saya atau korban lain ditemukan,” harapnya.

Sementara itu Anggota DPR RI Komisi V, Bambang Haryo yang meninjau posko gabungan di pelabuhan memberikan apresiasi ke petugas gabungan pencari korban KM Santika.

Menurutnya, sistem informasi bak informasi korban dan evakuasi tim sudah membaik. “Meski ada yang perlu dicatat tapi saya memberikan apresiasi buat tim gabungan posko ini,” lanjutnya.

Bambang menambahkan, sebagai wakil rakyat DPR RI akan membantu tim sar agar membangun posko di kawasan perairan Pulau Masalembo.

Selain bisa mempermudah pencarian dan evakuasi, posko ini wajib dibangun pemerintah karena kawasan Pulau Masalembo sering terjadi kecelakaan.(man/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar