Peristiwa

Tak Bisa Nyoblos, Warga dan Mahasiswa Protes ke Kelurahan Sumbersari

Malang(beritajatim.com) – Sekitar 50 warga Kelurahan Sumbersari, Lowokwaru, Kota Malang, dan mahasiswa luar kota mendatangi kantor kelurahan karena kecewa tak bisa menyalurkan hak pilihnya, Rabu, (17/4/2019).

Mereka mempertanyakan hak pilihnya karena tak bisa mencoblos di TPS. Mereka melakukan demonstrasi dan meminta klarifikasi kepada Bawaslu dan KPU penyebab mereka gagal menyalurkan hak pilihnya.

Umu Dhea warga Jalan Bendungan Sempor, Lowokwaru mengaku sesuai KTP dan Kartu Keluarga ia tercatat sebagai warga setempat. Seharusnya dia mencoblos di TPS 22 Sumbersari. Namun dia tak mendapat undangan C6, saat di TPS dia tak bisa nyoblos karena surat suara habis.

“Katanya jam 12.00 WIB bisa masuk DPT khusus, namun jam 12.00 WIB saya kesana bawa KTP tidak bisa karena surat suara habis. Saya warga sini tapi gak masuk DPT dan tak dapat undangan C6. Ini kami protes, demo,” kata Umu.

Umu menyebut, dirinya tak masuk DPT padahal secara administrasi dia warga Sumbersari. Dia bertanya ke Bawaslu namun dilempar ke KPU. Oleh KPU ia disarankan ke TPS lain yang masih memiliki surat suara.

“Tak bisa nyoblos karena kertasnya habis, aneh ini. Tanya ke Bawaslu disuruh ke KPU. Ini disuruh lagi ke TPS di UMM, masih ada surat suaranya,” papar Umu.

Sementara itu, mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Maudy Satria berusaha menyalurkan hak pilihnya hanya bermodal KTP elektronik saja tanpa membawa A5. Mahasiswa asal Batam ini sebenarnya mengetahui aturan pindah pilih. Namun ia tak mengurus dan nekat datang ke TPS.

“Sebenarnya saya tahu ada informasi pindah pilih A5. Tapi karena sibuk urusan kuliah tidak sempat urus. Ya mau bagaimana lagi tidak bisa nyoblos akhirnya,” tandas Maudy. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar