Peristiwa

Tahun 2019, 130 Orang Meninggal Sia-sia di Jalanan Ponorogo

Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto saat rilis tahunan di Mapolres Ponorogo. [foto: Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas di Ponorogo selama 2019 mengalami peningkatan, jika dibandingkan dengan jumlah laka lantas di 2018. Menurut data rilis tahunan Polres Ponorogo, selama Januari -Desember 2019 tercatat ada 762 kasus. Sedangkan pada tahun 2018 ada 716 kasus.

“Jadi kenaikan laka lantas di tahun ini sebesar 6,4 persen,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto, Selasa (31/12/2019).

Peningkatan jumlah laka lantas ini juga berbanding lurus dengan korban yang meninggal. Jumlah korban yang meninggal akibat laka lantas pada 2019 sebanyak 130 orang. Naik sebesar 42 persen dari tahun sebelumnya yang berjumlah 91 orang. “Korban luka berat mengalami penurunan. Pada tahun lalu korbannya mencapai 8 orang, sedangkan 2019 turun menjadi 3 orang,” katanya.

Sementara itu Kasat lantas Polres Ponorogo AKP Wisnu Setyawan Kuncoro mengungkapkan, laka lantas menjadi atensi untuk menekan jumlahnya di 2020. Dia mencontohkan, jumlah laka lantas yang tertinggi di bulan Juli lalu yang mencapai 76 kasus.

Bulan itu ada moment pendaftaran sekolah, mungkin ada pemahaman dari orang tua terkait anaknya masuk sekolah itu dihadiahi sepeda motor. “Saya mengharapkan orang tua juga paham batasan usia untuk memiliki SIM yakni umur 17 tahun. Jadi sebelum umur tersebut, saya harap ya jangan diberi izin untuk menaiki sepeda motor,” katanya.

Wisnu menambahkan, dari 762 kasus laka lantas, Kecamatan Kota menyumbang paling banyak dengan 156 kasus dan 15 korban meninggal. Kemudian urutan kedua Kecamatan Babadan 72 kasus dan 12 korban meninggal. Serta Kecamatan Siman ada 18 korban meninggal dengan aka lantas mencapai 68 kasus.

“Tahun 2020 akan fokus menekan jumlah laka lantas di 3 tempat tersebut. Salah satunya dengan road show ke sekolah-sekolah untuk sosialisasi,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar