Peristiwa

Tahun 2017, Jembatan Gantung Itu Juga Pernah Ambrol

Mojokerto (beritajatim.com) – Jembatan penghubung antara antar kabupaten di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto terputus akibat luapan Kali Lamong. Jembatan itu sudah ada sekitar tahun 1990-an berupa bambu, namun tahun 2002 pihak desa mendapatkan bantuan dari pemerintah membuat jembatan gantung.

Kepala Desa (kades) Talunblandong, Anton Suprapto mengatakan, tahun 2017 jembatan penghubung juga ambrol. “Namun yang paling parah ya sekarang ini karena tak dapat dilintasi. Tahun 2017 pernah ambrol tapi tidak parah. Saat itu masih bisa dilintasi,” ungkapnya, Rabu (27/3/2019).

Menurutnya selama ia menjabat sebagai Kades, pekerjaan rumah paling berat yakni memperbaiki jembatan penghubung tersebut. Namun pihak desa sudah koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto terkait perbaikan jembatan tersebut.

“Jembatan penghubung ini sudah ada sekitar tahun 90-an tapi masih terbuat dari bambu. Tahun 2009 dan tahun 2010 dibangun semi permanen. Jembatan penghubung terbuat dari rangkaian besi, alasnya menggunakan kayu. Sedangkan tiang penyangga bawah dicor beton,” ujarnya.

Tahun 2002, pihaknya mendapat bantuan dari pemerintah membuat jembatan gantung. Panjangnya 80 meter, ketinggian 8 meter dan lebar 3 meter. Tahun 2020, pihak desa akan mengupayakan agar Pemkab Mojokerto membuat jembatan permanen.

“Tujuannya agar kejadian ini tak kembali terulang. Bagian jembatan yang ambrol di sisi Selatan atau sisi Dusun Talunblandong karena beton cor penyangga bagian selatan tak mampu menahan derasnya aliran anak Kali Lamong. Saya berharap pemerintah membuat jembatan yang lebih kokoh dan lebar yang sama,” tuturnya.

Pasalnya pada tahun 2019 ini, pihak desa mendapat bantuan untuk memperbaiki jembatan penghubung tersebut. Namun karena lebar perbaikan hanya 1,8 meter sehingga dialihkan untuk membuat jembatan di Dusun Sepat, karena jika lebar 1,8 meter hanya bisa dilintasi pejalan kaki. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar