Peristiwa

Struktur Baru Bata Merah Kuno Kembali Ditemukan di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Pembuat batu bata di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto menemukan struktur batu bata kuno. Temuan struktur batu bata kuno mirip pondasi tersebut langsung dilaporkan ke Balai Penyelamatan Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

Penemuan struktur batu bata kuno, Muchlason (46) mengatakan, sebelumnya sudah terlihat dan baru digali pada Rabu (19/6/2019) kemarin. “Kedalaman 1,30 meter terlihat ada struktur bangunan dari batu bata kuno dan Rabu kemarin digali baru terlihat jelas,” ungkapnya, Jumat (21/6/2019).

Masih kata Muchlason, setelah digali lebih dalam dan panjang terlihat bentuknya seperti pondasi. Saat ini panjang 30 meter, tinggi sekitar 1 meter dan lebar 1,30 meter. Menurutnya, struktur bangunan yang diyakini peninggalan Kerajaan Majapahit tersebut masih panjang.

“Sepertinya masih panjang dan dalam, yang sudah terlihat di lahan untuk batu bata merah milik saya dan Pak Nur Alih yang ada di sebelah utara. Yang sebelah selatan terlihat tapi belum digali, kedalamannya seperti juga masih dalam. Setelah menemukan saya melapor ke BPCB,” katanya.

Muchlason mengaku, takut ada masalah sehingga ia memilih melaporkan ke BPCB Jawa Timur di Trowulan. Pihak BPCB Jawa Timur di Trowulan menyarankan agar tidak merusak dan dibiarkan dulu. Namun hingga kini, BPCB Jawa Timur di Trowulan saat ini berada di lokasi.

Lokasi penemuan struktur batu bata kuno tersebut berada di timur lokasi penemuan struktur batu bata kuno yang sempat dirusak penyewa lahan pada tahun 2017 lalu. Satu tersangka dalam kasus perusakan struktur batu bata kuno tersebut.

Tersangka merupakan penyewa tanah lahan milik Tuminah di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Fendi Andriyanto (24) yang merupakan warga sekitar. Tersangka dinilai telah melakukan pengerusakan struktur batu bata kuno yang ada di Desa Kumitir.

Sekedar diketahui, Trowulan ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat  Nasional sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 260/M/2013 tentang Penetapan Satuan Ruang Geografis Trowulan Sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional tanggal 30 Desember 2013.

Kawasan tersebut meliputi 49 desa, empat kecamatan, dan dua kabupaten, yakni Mojokerto dan Jombang. Empat kecamatan itu antara lain Kecamatan Trowulan dan Sooko di Kabupaten Mojokerto serta Kecamatan Mojoagung dan Mojowarno di Kabupaten Jombang.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar