Peristiwa

Sopir Ekspedisi Tewas di SPBU, Polisi Amankan Obat Herbal

Jombang (beritajatim.com) – Ketenangan di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Karangkletak, Kecamatan Perak, berubah menjadi kepanikan, Selasa (26/3/2019). Hal itu menyusul ditemukannya sopir ekspedisi yang meninggal di area parkir SPBU tersebut.

Korban adalah Mujiono (64), warga Banyakan, Kabupaten Kediri. Dugaan sementara, korban meninggal akibat kelelahan. Guna penyelidikan, polisi menyita satu bungkus bekas obat herbal masuk angin yang diduga sempat dikonsumsi korban sebelumnya.

Selanjutnya, jasad korban dibawa ke kamar jenazah RSUD Jombang. “Tidak ada bekas kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit dan kelelahan,” ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu.

Azi mengatakan, Mujiono bekerja di perusahaan ekspedisi makanan ringan asal Semarang. Saat itu, korban dalam perjalanan pulang menuju Kediri. Sebelum ditemukan meninggal, beberapa jam sebelumnya, sopir ini mengeluh sakit pada bagian dada sebelah kiri.

“Dia mengeluh kepada rekannya sesama sopir, yaitu Hadi asal Kecamatan Diwek, Jombang. Rekannya sudah menyarankan agar Mujiono periksa ke rumah sakit. Namun saran itu ditolaknya,” kata Azi menambahkan.

Hadi membenarkan permasalah tersebut. Menurut Hadi, pada Senin malam, saat bongkar muatan di gudang Indomaret, Mujiono mengeluhkan sakit di dada kiri. Bibir korban juga nampak pucat. Hadi kemudian mengajak rekannya itu berobat ke rumah sakit.

Hanya saja, yang bersangkutan tidak mau. Mujiono sempat pamit hendak tidur di truk nopol AG 8187 AG yang ia parkir di SPBU Karangkletak. Hadi baru mengetahui rekannya ini meninggal setelah mendapat kabar melalui grup Whatsapp.

“Saya kemudian bergegas ke lokasi untuk memastikan kabar tersebut. Ternyata benar, kawan saya meninggal di dalam truk. Semalam dia memang mengeluhkan sakit di dadanya,” ujar Hadi ketika dikonfirmasi. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar