Peristiwa

Sopir Bus Miliki Tensi Darah Tinggi Disarankan Istirahat saat Lebaran

Malang (beritajatim.com) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Arjosari, Kota Malang, telah melakukan tes kesehatan bagi sopir bus. Pihak UPT Terminal Arjosari mengimbau sopir bus yang memiliki tensi darah tinggi untuk tidak memaksakan mengangkut penumpang saat libur lebaran.

Koordinator Operasional Terminal Bus Arjosari Malang Agus Rustandi, mengatakan imbauan itu demi keselamatan bersama saat masa angkutan Lebaran. Tes kesehatan ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Kota Malang. “Ada 102 sopir bus yang ikut tes kesehatan. Meliputi, tes urine pemeriksaan fisik, tensi darah, dan gula darah. Tensi tinggi, mereka dikasih obat dan diminta istirahat,” kata Agus, Jumat, (31/5/2019).

Agus mengungkapkan, tes kesehatan dilakukan kepada sopir bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antarkota antarprovinsi (AKAP). Selain mengikuti tes kesehatan oleh pihak terminal dan Dinkes Pemkot Malang, para sopir juga diminta mengikuti tes kesehatan secara mandiri di pos pelayanan dan pengamanan yang disiagakan di terminal.

“Kesehatan sopir harus prima. Kendaraannya pun juga harus laik pakai demi keselamatan bersama. Penumpang juga diimbau berhati-hati selama di perjalanan maupun saat tiba di terminal. Kami akan umumkan melalui pengeras suara jika ada kejadian menonjol,” papar Agus.

Agus mengatakan arus mudik sudah mulai terlihat di terminal. Apalagi Kota Malang menjadi kota tujuan mudik lebaran. Adapun jumlah kedatangan bus AKDP dan AKAP di terminal Arjosari dalam sehari sebanyak 306 bus. “306 bus AKDP dan AKAP menurunkan 8 ribu penumpang. Sedangkan keberangkatan 305 bus membawa 7.200 penumpang, kebanyakan tujuan Surabaya, Probolinggo, Blitar dan Trenggalek,” tandasnya. (luc/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar