Peristiwa

Siswa Terlantar, Kepala Sekolah SMPN 2 Banyuwangi Akui Kedodoran

Banyuwangi (beritajatim.com) – Kepala Sekolah SMPN 2 Banyuwangi Subiantoro menjawab keresahan walimurid atas kekosongan jam pelajaran di sekolah. Pihaknya mengakui memang ada kekurangan guru di sekolahnya.

“Di sini ada 42 guru, tapi tahun ini ada 3 guru yang pensiun plus 1 guru BK juga pensiun. Ditambah 3 honorer yang diangkat ASN,” katanya.

Akan tetapi, pihaknya membantah jika ada kekosongan jam pelajaran di kelas. Selama ini, meski tidak ada guru para siswa telah diberi tugas di dalam kelas.

“Sebenarnya tidak ada kekosongan jam pelajaran artinya ada tugas di kelas. Dan memang guru tersebut ada tugas di luar karena banyaknya kegiatan yang berkaitan dengan tugas dalam sekolah dan luar sekolah,” ujarnya.

Subiantoro mengaku, pihak sekolah telah mencari solusi atas persoalan ini. “Ada yang pensiun, dan ada yang diangkat di sekolah lain. Sehingga kita harus cepat menyelesaikan masalah itu. Langkah jarak pendek, memaksimalkan kekuatan yang ada. Dan kita mengangkat 3 honorer,” katanya.

Pihak sekolah menyadari adanya kekurangan guru. Meski demikian, pihak sekolah setempat tidak menyampaikan secara spesifik kebutuhan guru di sekolah tersebut.

“Di sekolah ini ada 24 rombel, jadi memang cukup memprihatinkan. Jadi dari tenaganya kurang. Jumlah jam wajib kita ada 24, tapi bisa sampai 42. Sehingga ini membuat kita kedodoran,” pungkasnya. (rin/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar