Peristiwa

Setengah Tahun, 103 Bencana Melanda Kota Malang

Foto: Ilustrasi Kebakaran

Malang(beritajatim.com) – Sepanjang enam bulan terakhir ini Pusdalops PB BPBD Kota Malang mencatat 103 kasus bencana terjadi di wilayah ini. Bencana di dominasi oleh tanah longsor dan kebakaran.

Berdasarkan catatan Pusdalops PB, selama Juni terekam 9 kasus bencana, 8 diantaranya kebakaran. 8 kasus kebakaran ini terdiri 3 kebakaran bangunan, 1 kebakaran panel listrik, 3 kebakaran rumpun bambu dan 1 kebakaran lainnya.

“Bulan Juni ini kita telah rampung merekap dan mengasesmen 9 kasus, 8 kebakaran dan 1 pohon tumbang. Kebakaran merajai kasus selama Juni ini. 88,8 persen didominasi oleh kebakaran,” kata anggota Pusdalops PB, Azis, Senin, (1/7/2019).

Udara yang kering dan hembusan angin yang cukup kencang membuat potensi kebakaran meningkat. Terlebih ada banyak tanaman dan semak belukar meranggas akibat kemarau. Meski demikian, jika dibanding jumlah kasus selama Mei 2019, ada penurunan 30 persen. Seperti diketahui selama Mei terjadi 13 kasus kejadian bencana.

“Ada penurunan memang, tapi tetap saja (kasus) kebakaran yang paling menonjol. Kerugian yang kami hitung sekitar Rp536 juta. Secara komulatif, sepanjang enam bulan terakhir ini Pusdalops PB mencatat 103 kasus bencana,” ujar Azis.

Azis mengungkapkan ada peningkatan jumlah bencana dibandingkan pada semester pertama 2018 lalu hanya tercatat 93 kejadian. Menurut hasil asesmen yang dilakukan Pusdalops PB, ke 103 kasus bencana ini rata-rata didominasi tanah longsor dan kebakaran. Nilai kerugian pun nyaris menyentuh angka Rp9,9 miliar.

“Kasus longsor 40 kejadian, sedangkan kebakaran 26 kejadian, dua jenis bencana ini yang paling besar. Kota Malang memang terindikasi rawan tanah longsor dan kebakaran. Hasil analisa menyebut faktor geomorfologi dan kerapatan permukiman menjadi penyebabnya,” imbuh Azis.

“Khusus kebakaran kami berharap warga tetap waspada. Di samping arus pendek, kelalaian akibat bakar sampah atau buang puntung rokok kerap jadi biang kerok. Saling menjaga dan saling mengingatkan lebih penting,” tandasnya. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar