Peristiwa

Sempat Terjadi Perlawanan, Eksekusi Gedung Astranawa Berlangsung Damai

Surabaya (beritajatim.com) – Pengadilan Negeri (PN) Surabaya akhirnya sesuai jadwal pada Rabu (13/11/2019) pukul 09.00 pagi, melakukan eksekusi Gedung Astranawa Surabaya. Dalam proses eksekusi, sekitar 1.000 aparat Polrestabes Surabaya dan TNI melakukan pengamanan.

Sempat sebentar terjadi perlawanan dari pihak termohon eksekusi, Choirul Anam (Cak Anam). Ada tiga orang yang ‘diamankan’ kepolisian. Mereka adalah Mokhammad Kaiyis (Pemred Duta Masyarakat), Said dan Udik.

Wakil Ketua DPW PKB Jatim, Anik Maslachah kepada wartawan di lokasi mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, karena PKB Jatim bisa menempati kantor di Graha Astranawa.

“Kami terima kasih karena proses penyelesaian masalah ini dengan sejuk, damai dan kondusif. DPW PKB Jatim juga memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Bapak Choirul Anam atas pengertian dan kelegawaannya sehingga terjadi proses ini. Kami pastikan aset ini (Graha Astranawa) menjadi milik PKB Jatim, bukan perseorangan. Kami deklarasikan kantor ini menjadi Graha Gus Dur,” ujar Anik.

Diberitakan sebelumnya, kepolisian telah mempertemukan dua pihak yang bersengketa, yakni DPW PKB Jatim (pemohon eksekusi) dan Choirul Anam alias Cak Anam (termohon eksekusi), Senin (28/10/2019) lalu.

Pertemuan untuk sosialisasi pra eksekusi yang dilakukan di ruang rapat Satbinmas Polrestabes Surabaya tersebut, berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan. “Intinya, kami ingin Kota Surabaya tetap kondusif,” kata Wakasat Binmas Polrestabes Surabaya, Kompol Slamet Sugiharto saat itu. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar