Peristiwa

Sempat Dirantai, Tempat Kebaktian Khonghucu Kembali Dibuka

Tuban (beritajatim.com) – Setelah sempat ditutup dengan cara dirantai selama satu bulan lebih, keberadaan Lithang Konfusiani atau tempat ibadah untuk umat Khonghucu yang ada di kelenteng Kwan Sing Bio (KSB) Tuban akhirnya sudah kembali dibuka.

Kembali dibukanya tempat ibadah yang berada di dalam kawasan kelenteng KSB Tuban itu setelah konflik internal umat Khonghucu itu sendiri sudah selesai. Puluhan umat Khonghucu yang berasal dari Kota Tuban sudah tampak mengikuti kebaktian yang berlangsung Jumat (8/1/2019) malam.

“Ini sudah kembali dibuka. Dan malam ini umat Khonghucu sudah mulai melakukan kebaktian seperti biasa,” terang Alim Sugiantoro, Ketua Penilik Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio (KSB) Tuban.

Menurutnya, bahwa konflik yang terjadi dalam internal sudah berakhir. Mengingat, bahwa pendeta kebaktian yang selama ini memimpin kebaktian sudah mengundurkan diri dari kelenteng tersebut.

“Saya sudah minta pleno untuk menyelesaikan masalah ini. Dan ternyata sudah ada surat kalau pendeta yang sebelumnya sudah remsi mengundurkan diri. Berarti masalah sudah selesai,” tambahnya setelah mengikuti kegiatan kebaktian yang berlangsung di ruang Lithang Konfusiani itu.

Pelaksanaan kebaktian yang berlangsung setiap hari Jumat malam itu sendiri diikuti sekitar 40 jemaat dari umat Khonghucu yang ada di Tuban. Yang mana, kebaktian mendatangkan pendeta baru yang berasal dari Mojokerto.

“Kira-kira ini yang datang sekitar 35 sampai 40 orang. Yang biasa bilang kalau pintunya (Lithang) ditutup dan protes keras malah tidak datang, ini kan berarti tidak wajar,” sambung Alim.

Sementara itu, selain sebagai tempat kebaktian setiap Jumat Malam, keberadaan Lithang Konfusiani itu biasanya juga terdapat kegiatan Kebaktian Anak. Namun, untuk saat kegiatan itu saat ini masih belum berjalan lagi.

“Harapan saya, untuk umat Khonghucu di sini semuanya supaya sadar diri dan bisa mengetahui ajaran Khonghucu. Kalau sudah tahu dengan ajaran Khonghucu saya percaya mereka pasti sudah tidak berkelahi lagi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, keberadaan Lithang Konfusiani yang ada di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban ditutup dengan cara dirantai lantaran ada konflik internal. Kejadian itu sempat membuat umat Khoghucu tidak bisa melakukan kebaktian di dalam ruangan tersebut.[mut/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar