Peristiwa

Sekolah Diminta Tak Abaikan Data Kondisi Bangunan dalam Dapodik

Jember (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Edi Budi Susilo meminta kepada para pengelola sekolah dasar dan sekolah menengah pertama negeri agar memenuhi isian data pokok pendidikan (dapodik) dengan cermat dan disiplin.

Salah satunya adalah tugas pengelola sekolah untuk melampirkan foto kondisi bangunan dalam dapodik. Data kondisi bangunan fisik sekolah dalam dapodik selama ini tidak termutakhirkan, karena pengelola sekolah sendiri yang tidak proaktif. “Sekolah kurang cermat atau abai tidak meng-update laporan untuk dimasukkan ke dapodik,” kata Edi.

Hal ini terlihat pada SD Negeri Jamintoro 3. “Sebelumnya genteng di SDN itu sempat diturunkan dengan dibantu Pak Kapolres untuk antisipasi (ambruk). Dalam data dapodik kami, kondisi sekolah itu baik-baik saja,” kata Edi.

Edi menegaskan, akurasi data dalam dapodik diperlukan untuk menentukan prioritas pengambilan kebijakan bantuan untuk sekolah yang membutuhkan. “Sudah berkali-kali diingatkan, bahwa sekarang kebijakan Kementerian Pendidikan mendasarkan pada dapodik, baik sarana-prasarana, jumlah siswa, jumlah guru, dan bantuan,” katanya.

Edi berjanji akan lebih rajin mengingatkan sekolah. “Kami terus mengingatkan, bisa dalam bentuk surat edaran, instruksi, maupun rapat koordinasi. Saya akan terus ingatkan agar mereka lebih peka lagi,” katanya.

Sementara itu terkait SDN Selodakon 3 yang ambruk, Rabu (18/12/2019) malam, Edi mengatakan, pada 2020 akan ada 400 ruang kelas yang akan diperbaiki. “Semoga yang hari ini roboh sudah disiapkan pada 2020 sehingga segera kami tangani,” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar