Peristiwa

Satpol PP Bongkar Lapak PKL di Wisata Pantai Camplong

Pembongkaran lapak PKL di sepanjang pantai Camplong

Sampang (beritajatim.com) – Belasan lapak liar milik PKL (Pedagang Kaki Lima) yang berada di sepanjang bibir pantai Camplong, Kabupaten Sampang, dibongkar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Sabtu (9/11/2019). Penertiban dilakukan karena keberadaan PKL dinilai mengganggu ketertiban umum dan merusak pemandangan di tempat wisata.

Kabid Penegakan Perda dan Trantibum Satpol PP Sampang, Chairijah mengatakan, penertiban tersebut bertujuan untuk menyadarkan pedagang bahwa pantai tidak boleh dijadikan tempat berjualan. Sebab, itu berkaitan dengan kebersihan lingkungan. “Pantai itu harus bersih dan tidak boleh dijadikan sebagai tempat berjualan,” ucapnya.

Sebelum melakukan penertiban, pihaknya sudah menyosialisasikan kepada pedagang terkait dengan larangan berjualan di pantai. Pedagang diminta segera pindah ke lokasi yang sudah disediakan pihak pengelola wisata.
“Jumat kemarin sekitar pukul 09.00 WIB, kami sudah mendatangi semua pedagang dan meminta agar mereka segera pindah ke tempat yang sudah disediakan,” ujarnya.

Disampaikan, PKL yang berjualan di pantai tidak mengantongi izin dari pihak pengelola wisata. Sehingga, keberadaan pedagang dianggap liar dan perlu ditertibkan. Agar pantai bisa lebih bersih dan lapang.

Sementara itu, salah satu PKL Darti menyadari bahwa lokasi yang selama ini ditempati berjualan itu menyalahi aturan. Namun, hal itu terpaksa dilakukan karena tempat yang disediakan pihak pengelola wisata kurang strategis. “Lebih nyaman jualan di pantai dibandingkan di area wisata. Pembelinya lebih banyak,” tutur warga asal Desa Dharma Camplong ini. [sar/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar