Peristiwa

Sakit di Asrama Haji Sukolilo, 1 CJH Asal Kabupaten Mojokerto Pilih Pulang

foto/ilustrasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebelumnya, dari 1.818 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Mojokerto, terdapat 10 orang yang sakit dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) sebelum berangkat ke tanah suci. Namun dari 10 orang tersebut, sembilan diantara sudah berangkat dan satu memutuskan pulang.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU), Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, Ali Mukti membenarkan bahwa terdapat 10 orang CJH tertunda keberangkatannya meski sudah masuk di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

“Ada 4 orang CJH yang sakit dan 2 orang CJH tanpa pendamping menyusul sakit saat di Asrama Haji. Sedangkan 4 lainnya ada pendampin. Jadi sebelumnya, ada 10 orang CJH yang tertunda keberangkatannya. Namun saat ini, dari 10 orang CJH, 9 diantaranya sudah berangkat,” ungkapnya, Kamis (8/8/2019).

Masih kata Mukti, secara bertahap sembilan orang CJH tersebut sudah berangkat ke tanah suci melalui kelompok terbang (kloter) 73, 74, 76 dan 77, termasuk kloter terakhir yakni 84. Namun satu orang CJH memutuskan untuk pulang, sementara pendampingnya menutuskan untuk berangkat ke tanah suci.

“Rata-rata sakit yang dialami para CJH adalah anemia dan diabet. Jadi hanya satu yang memutuskan pulang yakni atas nama Sugiono, umur 53 warga Jombang. Dan hingga saat ini, ada dua jemaah kita yang meninggal. Ibu Siti Aminah yang meninggal Jumat pekan lalu dan Pak Sogol meninggal Senin kemarin,” jelasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar