Peristiwa

Ruang Kebaktian Umat Khonghucu Tutup, Ini Alasannya

Tuban (beritajatim.com) – Penutupan ruangan untuk tempat kebaktian Umat Khonghucu yang berada di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio (KSB) Tuban dengan cara pintunya dirantai ternyata dilakukan oleh Koordinator Kebaktian Umat Khonghucu itu sendiri, Sabtu (19/1/2019).

Ditutupnya Lithang Konfusiani sebagai tempat kebaktian Khonghucu itu sendiri diakui lantaran konflik dan perselisihan yang terjadi dalam internal umat. Dengan ditutupnya tempat ibadah itu diharapkan bisa menyelesaikan masalah konflik internal antar umat Khonghucu itu sendiri.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bambang Djoko Santoso, yang menyatakan sebagai koordinator kegiatan Konfusiani di TITD Kwan Sing Bio (KSB) Tuban. Yang mana penutupan tempat kebaktian di dalam kelenteng KSB Tuban itu merupakan buntut dari pemberhentian seorang pendeta yang biasa mengisi khotbah dalam kegiatan itu.

“Memang yang menutup itu saya sebagai koordinator kebaktian. Tujuannya kita amankan dari kejadian yang akan membuat tempat ibadah itu menjadi kacau dan ajang perkelahian,” terang Bambang Djoko Santoso.

Penutupan Lithang Konfusiani dengan cara pintunya dirantai itu sendiri sudah dilakukan oleh Bambang sejak hari Sabtu tanggal 5 Januari 2019 siang. Namun, untuk konflik dalam internal umat Khonghucu itu sendiri sebetulnya sudah berlangsung sekitar 4 sampai 5 bulan yang lalu.

“Sebelumnya, tanggal 9 November, tanggal 16, tanggal 23 itu bentrok terus kemudian kuncinya saya ganti pada tanggal 30. Karena masih bentrok terus setelah tanggal 4 Januari itu kemudian saya rantai,” tambah Bambang Djoko Santoso, memaparkan kejadian penutupan tempat Kebaktian Umat Khonghucu itu.

Sementara itu, hingga saat ini tempat Kebaktian untuk Umat Khonghucu di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban itu masih dalam keadaan ditutup dengan pintunya dirantai. Sehingga pada hari Jumat kemarin yang semestinya jadwal umat Khonghucu untuk melakukan kebaktian akhirnya tidak bisa berlangsung.

“Untuk kegiatan yang mau masuk ke Lithang sementara tidak bisa. Saya tegas Rohaniawan Anton harus keluar dari Tuban. Kalau Anton sudah keluar kita panggil pendeta baru, kemudian kita buka,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, keberadaan umat Khonghucu yang ada di Tuban tidak bisa melakukan Kebaktian di Lithang Konfusiani yang ada di TITD Kwan Sing Bio. Puluhan umat Khonghucu terpaksa kebaktian di depan pintu lantaran Lithang tersebut ditutup dengan cara dirantai.[mut/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar