Peristiwa

Revitalisasi Gedung GNI Gresik Terbentur Aturan Cagar Budaya

Foto: Ilustrasi

Gresik (beritajatim.com) – Revitalisasi Gedung Nasional Indonesia (GNI) yang akan dilakukan tahun ini terbentur aturan cagar budaya. Padahal, Pemkab Gresik sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 miliar.

Perbaikan cagar budaya memang tidak bisa langsung dilakukan. Sebab, perlu adanya pengkajian agar tidak ada aturan yang dilanggar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik Gunawan Setiaji mengatakan perbaikan itu nantinya mengembalikan bentuk aslinya dari yang sudah rusak. Misalnya rangka atap yang perlu diperbaiki, jendela, hingga tempat duduknya.

“Kami hanya pembangunan saja, nanti pemanfaatannya oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud),” katanya, Rabu (22/01/2020).

Sebelumnya, selama ini Gedung GNI terlihat tidak terurus. Setelah selesai nanti, rencananya gedung itu bakal menjadi sentra teater dan kesenian Gresik.

Terkait dengan itu, Kepala Disparbud Gresik AH Sinaga menuturkan, gedung itu nantinya secara khusus untuk kesenian. Terutama teater.

“Nanti ada beberapa penunjang fasilitas,” tuturnya.

Secara terpisah, Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya Jatim Wicaksono Dwi Nugroho menyebut, perbaikan cagar budaya butuh kehati-hatian. Sebab, ada aturan atau undang-undang yang mengikat bangunan itu. Jika ada kesalahan, tentunya akan menjadi masalah dikemudian hari.

“Jangan sampai maksud hati ingin memperbaiki malah merusak cagar budaya itu sendiri. Untuk itu, antisipasi, pemkab seharusnya melakukan pengkajian lebih dulu. Mana yang rusak dan harus diperbaiki tanpa harus merubah bentuk aslinya bangunan,” tandasnya. (dny/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar