Peristiwa

Rawan Longsor, Ini Gambaran Kontur Tanah di Malang Selatan

longsor pada ruas jalan di Dusun Sumber Gesing Kulon, Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, kini semakin melebar. Lebar kontur tanah yang ambles terjadi akibat hujan deras berturut-turut.

Malang (beritajatim.com) -Sedikitnya tiga rumah dan tiang listrik terancam masuk ke dalam tanah akibat jalan desa terkena longsor. Hal inilah yang membuat cemas masyarakat di kawasan Malang Selatan beberapa hari terakhir.

Dimana longsor pada ruas jalan di Dusun Sumber Gesing Kulon, Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, kini semakin melebar. Lebar kontur tanah yang ambles terjadi akibat hujan deras berturut-turut.

Menurut Achmad Khariri, salah seorang perangkat Desa Gedangan menjelaskan, kondisi ini sangat berdampak bagi masyarakat. Selain mengganggu akses menuju Kantor Kecamatan, pendidikan juga ke pasar Gedangan yang menjadi sentra perekonomian masyarakat desa.

“Tanah dikawasan pemukiman penduduk juga mulai retak. Tiga rumah disitu terancam roboh, termasuk tiang listrik kini sudah dalam kondisi miring 45 derajat, dan itu sangat bahaya. Selain itu pohon penahan tebing jalan juga sudah tumbang,” terang Khariri, Kamis (28/3/2019).

Khariri menjelaskan, tanah longsor saat ini sudah tembus dikedalaman 5 meter dengan lebar 3,5 meter. “Kemarin juga ada truk terguling saat melintas jalan di areal tanah longsor dan ambles. Karena kondisi jalan terlalu dalam, sehingga mobil yang melintas dari arah berlawanan harus bergantian,” bebernya.

Khariri berharap adanya perhatian dari Dinas Bina Marga Kabupaten Malang. “Pihak Bina Marga juga sudah survey lokasi. Tetapi belum tahu pastinya jalan ini diperbaiki apa tidak, katanya masih dalam pengkajian,” tegas Khariri.

Sementara itu, Camat Gedangan Sugeng Hari Susanta mengaku, kerusakan jalan poros satu-satunya yang menghubungkan antar kecamatan, masih dalam kajian pihak Dinas Bina Marga Kabupaten Malang. Sugeng berharap, jika rekomendasi itu sudah terbit, harusnya segera direalisasikan. Karena kondisi jalan tersebut memang sangat berbahaya, khususnya bagi truk bermuatan berat.

“Kalau truk bermuatan berat tidak berani melintas. Karena sudah beberapa truk terguling. Apalagi menghadapi musim tebu ini, dengan kondisi jalan seperti itu, warga Gedangan harus lewat mana? Harusnya dicarikan jalan alternatif sebelum perbaikan dilaksanakan,” Sugeng berharap.

Terpisah, Kepala Desa Gedangan Hendik K menambahkan, terkait dengan kerusakan jalan tersebut, pihak Pemerintahan Desa bersama Muspika sudah menggerakan warga dalam giat kerja bhakti.

“Pihak Bina Marga sendiri juga sudah melakukan perawatan. Tetapi longsor masih tetap saja terjadi. Kami juga lapor ke Wabup Malang HM.Sanusi, dia berjanji perbaikan jalan tersebut akan diagendakan setelah pemilu nanti,” urai Hendik.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Romdhoni mengatakan, rencana perbaikan jalan longsor di Dusun Sumbernanas Desa Gedangan itu masih dalam tahap pendalaman. Pasalnya, kendati beberapa kali dilakukan perbaikan, longsor jalan sepanjang 25 meter ini masih saja terjadi.

Romdhoni menyimpulkan, kemungkinan ada semacam kliping atau lapisan tanah keras dibawah. Sehingga, tidak bisa ditembus air yang mengalir diantara tumpukan tanah keras tersebut. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar