Peristiwa

Ratusan Warga Trenggalek Demo Tuntut Pilkades Ulang

Trenggalek (beritajatim.com) — Ratusan warga Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek meluruk Gedung DPRD setempat, Selasa (12/2/2019). Kedatangan mereka untuk menggelar aksi unjuk rasa menuntut pilihan kepala desa setempat diulang. Masyarakat menuding pesta demokrasi tingkat desa itu ternodai sejumlah kecurangan.

Massa mengatasnamakan diri Kelompok Pemuda Karanggandu. Mereka merupakan pendukung calon kepala desa nomor urut 2 Asmadi yang kalah dari Utingah, nomor urut 1 dalam pemilihan, Sabtu (9/2/2018) lalu

Agus Salim, perwakilan massa mengaku, ada lima poin dugaan kecurangan yang mereka pertanyakan. Massa juga membawa bukti-bukti yang siap untuk diluncurkan ke penegak hukum. “Yang pertama dari status hukum BPD selaku pembentuk panitia, panitia sendiri, proses pemilihan, proses penghitungan dan rekomendasi,” seru Agus.

Selain itu, menurut Agus, terjadi dugaan money politik dan selisih surat surat yang diterima pemilih. Bahkan, ditemukan banyak surat suara rusak dan dibakar. Dengan adanya temuan tersebut, masyarakat menilai bahwa pelaksanaan pilkades cacat, sehingga harus diulang.

“Di Desa Karanggandu ada empat dusun dengan jumlah DPT hampir 6.000 pemilih. Setelah penghitungan selesai, ternyata kelebihan surat suara. Kemudian langsung dirobek-robek. Untuk Dusun Gandu ada 17 surat suara, sedangkan untuk Dusun Gading ada 26 dan langsung dibakar,” jlentrehnya.

Tidak hanya mendesak kalangan DPRD ikut memperjuangkan aspirasi warga meminta pilkades ulang, warga juga menempuh jalur hukum. Mereka melaporkan dugaan pelanggaran pidana pilkades itu ke Polres Trenggalek. [nng/ted].

Apa Reaksi Anda?

Komentar