Peristiwa

Ratusan Warga Terdampak Banjir Tidak Mau Dievakuasi

Gresik (beritajatim.com) – Ratusan warga yang terdampak banjir akibat meluapnya Kali Lamong tidak mau dievakuasi. Salah satu warga diantaranya warga Dusun Iker-Iker, Desa Iker-Iker Geger, Kecamatan Cerme, Gresik.

Banjir yang merendam desa tersebut hingga 2 meter menyebabkan warga setempat enggan meninggalkan tempat tinggalnya.

“Sebagian besar warga khususnya laki-laki harus menjaga harta benda. Kendati rumah kami terendam banjir,” ujar Imam (50) warga setempat kepada beritajatim.com, Jumat (3/05/2019).

Hal senada juga dikatakan H.Sulaiman (55). Dirinya, sengaja tak mau dievakuasi meski air yang merendam tinggalnya sangat deras.

“Kami masih bertahan dan menjaga rumah hingga air sampai surut,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Danrem Bhaskara Jaya Kolonel Inf Sudaryanto saat meninjau ke lokasi banjir mengatakan, dirinya sengaja turun ke lokasi banjir karena ingin melihat kondisi di lapangan yang terdampak bahaya banjir di Gresik.

“Saat ini sebenarnya masuk ke tahap evakuasi. Tapi, kondisi realitas di lapangan warga tidak mau karena menjaga harga benda di rumah,” paparnya.

Ia menambahkan, kendati warga tidak mau dievakuasi. Sejumlah personil yang disiagakan baik itu dari TNI, Polri serta relawan tanggap bencana, tetap diminta terus memantau untuk mendistribusikan logistik serta mengkondisikan sanitasi kesehatan.

“Sementara kesiapan personil dalam tanggap bahaya banjir masih memadai. Namun, kalau titik tertentu situasinya semakin parah. Kami akan mendatangkan personil dari kesatuan lain,” pungkasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar