Peristiwa

Potensi Pintu Gerbang Masuknya Orang, Ojek Online di Kota Mojokerto Disemprot Disinfektan

Sejumlah ojek online di Kota Mojokerto disemprot disinfektan di kantor Dishub Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Puluhan kendaraan milik ojek online dilakukan penyemprotan disinfektan di halaman kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto, Kamis (26/3/2020). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran dan pencegahan virus corona (Covid-19) karena ojek online berpotensi sebagai pintu gerbang masuknya orang.

Kepala Dishub Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu Satgas Bidang Perhubungan dalam rangka pencegahan Covid-19. “Diharapkan dengan penyemprotan disinfektan kepada angkutan ojek online baik roda dua dan empat termasuk bus sekolah. Dengan kegiatan ini diharapkan bisa memutus mata rantai dan mencegah penularan Covid-19,” ungkapnya.

Sebanyak 252 kendaraan roda dua dan 54 roda empat termasuk seluruh armada angkutan sekolah yakni sebanyak tiga bus dan empat unit mobil. Menurutnya, bus yang berangkat di terminal penyemprotan dilakukan di penyemprotan di terminal pemberangkatan. Seperti Bus Bandara yang baru beroperasi, Sabtu (21/3/2020).

“Baik di Terminal Kertajaya dan Juanda dilakukan penyemprotan, penyemprotan di Terminal Kertajaya sudah mulai dilakukan sejak minggu lalu. Baik dilakukan bersama-sama, bersinergi dengan unsur yang ada di dalam Satuan Gugus Bidang Perhubungan maupun mandiri, 3 kali sehari oleh P3 LLAJ yang mengelola Terminal Kertajaya,” katanya.

Masih kata Gaguk, kegiatan penyemprotan disinfektan tersebut akan dilakukan secara berkala. Satuan Gugus Bidang Perhubungan memiliki beberapa titik strategis yang harus dijaga karena berpotensi sebagai pintu gerbang masuk baik orang dari dalam keluar maupun dari luar ke dalam.

“Misal di Terminal Kertajaya, di Stasiun KA Mojokerto serta sarana angkutan lainnya. Disinfektan sendiri memiliki daya tahan selama 8 jam. Terkait penumpang untuk ojek online, kita tidak memberikan pembatasan khusus tapi kita tetap berpedoman protokol yang telah ditetapkan yakni area publik dan transportasi publik,” ujarnya.

Gaguk menjelaskan, dimana setiap kendaraan angkutan umum yang beroperasi di jalan dipastikan dilakukan penyemprotan disinfektan. Sementara penumpang di terminal sudah diatur sehingga di ruang tunggu kursi diberikan jarak sehingga penumpang yang duduk tidak berdekatan.

“Saya tidak bisa mengomentari dari sisi medis terkait bahaya tidaknya disinfektan karena bukan kapasitas saya. Namun setiap pengemudi kita bagikan masker dengan harapan bisa melindungi baik mulut, hidung sehingga diharapkan helm harus dipakai. Penyemprotan tersebut sudah kita koordinasikan dengan pihak ojek online,” tuturnya.

Karena pihaknya berharap, pencegahan Covid-19 bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja namun seluruh elemen masyarakat. Termasuk di sektor bidang usaha. Penyemprotan disinfektan akan dilakukan secara berkala, namun karena tenaga yang kurang diharapkan pengusaha angkutan bisa melakukan secara mandiri.

“Saya himbau kepada teman-teman untuk berperilaku hidup bersih, sering cuci tangan karena teman-teman ini yang sangat dekat dengan penumpang. Berbagai orang maka pelindungan terhadap diri sendiri harus diutamakan seperti masker, melakukan pembersihan kendaraan dengan disinfektan secara mandiri, cuci tangan sesering mungkin,” ujarnya.

Sementara itu, langkah Dishub Kota Mojokerto diapresiasi para pengendara ojek online di Kota Mojokerto. “Terima kasih kepada Dishub Kota Mojokerto yang sudah melakukan penyemprotan terhadap ojek online, untuk mempercayakan teman-teman bisa steril dan siap menghadapi Covid-19,” urai perwakilan Gojek, Zainal (34).

Ojek online berharap masyarakat tetap di rumah dan ojek online bisa membantu masyarakat. Pihak perusahaan sudah menyiapkan hand sanitizer, namun jika Dishub Kota Mojokerto melakukan penyemprotan secara berkala kepada para ojek online, pihaknya mengaku cukup gembira.

Perwakilan Grab Mojokerto, Maulana (28) menambahkan, jumlah penumpang turun sampai 50 persen imbas dari Covid-19. “Karena infonya sangat menakutkan penumpang. Full 20 order sehari, sekarang 10 sampai 12 order, orang keluar takut, pesan makan takut. Kalau driver sudah menyiapkan masker dan hand sanitizer. Di pangkalan juga ada,” tambahnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar